Kamis, 26 Nov 2020 00:48 WIB

Maradona Meninggal Dunia, Ini Fakta-fakta Henti Jantung yang Dialaminya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
KAZAN, RUSSIA - JUNE 30:  Diego Armando Maradona reacts after Frances fourth goal during the 2018 FIFA World Cup Russia Round of 16 match between France and Argentina at Kazan Arena on June 30, 2018 in Kazan, Russia.  (Photo by Catherine Ivill/Getty Images) Diego Armando Maradona meninggal dunia karena henti jantung (Foto: Catherine Ivill/Getty Images)
Jakarta -

Legenda sepakbola asal Argentina, Diego Armando Maradona meninggal dunia karena henti jantung di usia 60 tahun. Awal November lalu, Maradona sempat menjalani operasi hematoma subdural untuk mengatasi gumpalan darah di otak.

Operasi tersebut berjalan sukses, Maradona lalu menjalani pemulihan di rumahnya di Tigre, utara Buenos Aires. Namun pada Rabu (25/11/2020) pagi waktu setempat, ia mengalami serangan jantung.

Bagi kebanyakan orang, henti jantung dan serangan jantung kerap dianggap sama. Sebenarnya apa perbedaan antara keduanya?

Beberapa fakta henti jantung yang menyebabkan Maradona meninggal dunia terangkum sebagai berikut.

1. Bedanya dengan serangan jantung

Henti jantung dikenal juga sebagai cardiac arrest, sedangkan serangan jantung sering disebut heart attack. Serangan jantung bisa menjadi penyebab henti jantung, sehingga sangat mungkin keduanya terjadi bersamaan.

Henti jantung itu sendiri artinya apa? Dokter jantung dari RS Siloam Karawaci, dr Vito A Damay, SpJP(K), menjelaskan bahwa henti jantung merupakan kondisi ketika jantung berhenti memompa darah dengan efektif.

"Penyebab paling sering dari henti jantung mendadak adalah serangan jantung sehingga kedua ini sering disamakan oleh masyarakat," jelasnya dalam perbincangan dengan detikcom.



2. Golden period henti jantung

Fungsi jantung adalah memompa darah dan mendistribusikan oksigen yang terkandung di dalamnya ke seluruh organ tubuh. Jika jantung tidak berfungsi, dampaknya akan fatal. Karenanya, ada golden period yang harus diperhatikan ketika seseorang tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri.

"Kalau nadinya tidak teraba, segera lakukan resusitasi jantung paru atau pijat jantung. Dalam waktu 7-10 menit adalah golden period di mana kalau tidak ditangani dalam durasi itu, akan terjadi kematian otak menyusul seluruh tubuh," ujar dokter spesialis jantung, dr Jetty R Sedyawan, SpJP(K), FIHA, FACC.

Salah satu gejala henti jantung, penyebab Maradona meninggal dunia, adalah mendadak kolaps atau tidak sadarkan diri. Selengkapnya di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Legenda Sepakbola Argentina Diego Maradona Tutup Usia"
[Gambas:Video 20detik]