Kamis, 05 Nov 2020 05:50 WIB

Ki Seno Nugroho Meninggal Usai Gowes, Kenali Tanda-tanda Jantung Kolaps

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Athlete on racing bike outdoors at sunset, close-up Serangan jantung saat gowes sering terjadi belakangan ini (Foto: Getty Images/iStockphoto/ArtistGNDphotography)
Jakarta -

Dalang Kondang asal Yogyakarta Ki Seno Nugroho meninggal dunia usai bersepeda. Sebelum meninggal, ia mengalami penyumbatan darah jantung saat dirawat di rumah sakit.

"Terus dipindah ke ICCU, di sana keadaannya semakin memburuk sampai mutah-mutah, akhirnya ada penyumbatan pada pembuluh darah jantung itu 100 persen penyumbatannya sehingga menyebabkan Pak Seno meninggal dunia sekitar jam 22.15 WIB," kata manajer Ki Seno, Gunawan Widagdo, saat ditemui di rumah duka, Rabu (4/11/2020).

Kabar pegowes kolaps serangan jantung usai bersepeda semakin sering ditemui. Ada banyak faktor pemicunya, salah satunya karena sudah ada riwayat masalah jantung dan pembuluh darah. Faktor lainnya adalah terlalu memaksakan diri saat tubuh terasa sudah lelah.

Ada juga yang mengalami serangan jantung karena melupakan pemanasan sebelum gowes. Padahal, hal ini menjadi salah satu hal penting agar tahu kemampuan dan batasan seseorang saat bersepeda.

Bagaimana ciri-ciri jantung kolaps saat bersepeda?

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari RS Siloam Lippo Karawaci dr Vito A Damay, SpJP, menjelaskan beberapa ciri jantung kolaps saat bersepeda. Termasuk rasa berdebar-debar dan kesulitan bernapas.

"Kalau kita merasa bahwa sudah sampai batas, atau something wrong, biasanya rasanya debar-debar, sakit dada, napas nggak bisa atau susah, ada pusing seperti mau pingsan, dan dadanya seperti dihimpit itu tanda-tanda serangan jantung," jelasnya beberapa waktu lalu.

Kalau kolapsnya saat gowes itu karena dehidrasi dan tekanan darah sedang turun (hipotensi), maka obat isosorbid dinitrat tersebut malah mungkin memperparah karena tekanan darah juga turun dengan obat tersebutdr Vito A Damay, SpJP - Dokter jantung

Di sisi lain, bersepeda dengan intensitas tinggi juga bisa menjadi pemicu jantung kolaps. Khusus sesama pegowes, bisa juga mengenali ciri-ciri jika rekanmu mengalami kolaps saat gowes.

"Jadi kan misalnya dia tidak sadarkan diri, dia tidak akan respons saat dipanggil. Goncang bahunya, kalau dia tidak merespons, kita anggap dia kolaps karena masalah jantung," tutur dr Vito.

"Kalau kita medical professional, kita bisa raba nadi di leher. Kalau bukan, nggak usah (raba nadi) karena itu buang-buang waktu carinya. Jadi ketika dia nggak respons, kita anggap dia sudah alami henti jantung," sambungnya.

Jika hal tersebut terjadi, baiknya segera mencari bantuan dan tidak panik.

Perlukah sedia tablet Isosorbid Dinitrat? Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Pesan Buat Pegowes Pemula dari dr. Falla Adinda"
[Gambas:Video 20detik]