Kamis, 26 Nov 2020 15:33 WIB

Diego Maradona Meninggal, Catat Pertolongan Pertama Henti Jantung

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
BUENOS AIRES, ARGENTINA - NOVEMBER 25: A fan mourning Diego Maradona places a picture in an altar outside Argentinos Juniors Diego Maradona Stadium on November 25, 2020 in Buenos Aires, Argentina. Diego Maradona, considered one of the biggest football stars in history, died at 60 from a heart attack on Wednesday in Buenos Aires. (Photo by Fernando de Dios/Getty Images) Diego Maradona meninggal dunia. (Foto: Getty Images/Fernando de Dios)
Jakarta -

Diego Maradona meninggal dunia membuat publik sepakbola terkejut. Ia tutup usia di umur 60 tahun pada Rabu (25/11/2020) akibat henti jantung yang dialaminya.

Maradona meninggal usai sebelumnya sempat dibawa ke rumah sakit saat mengidap hematoma subdural. Ia pun menjalani operasi secara lancar hingga akhirnya bisa kembali ke rumah.

Namun, kabar duka lantas muncul beberapa minggu kemudian tanpa ada kabar kondisi terbaru sebelumnya. Tak hanya Maradona, tokoh Indonesia Didi Kempot pun berpulang saat mengalami henti jantung.

Kondisi henti jantung yang dialami Maradona memicu gangguan pada kelistrikan jantung. Impuls-impuls listrik dibutuhkan oleh otot jantung untuk bisa berkontraksi dan berdetak dengan baik.

"Setiap empat menit, bagian-bagian otot jantung di dalam tubuh akan mengalami kematian. Semakin lama penanganan seseorang yang mengalami henti jantung, maka akan semakin banyak otot jantung yang mengalami kematian," kata ahli jantung dr Ivan Noersyid, SpJP, dari Primaya Hospital Bekasi Timur beberapa waktu lalu.

Bagaimana pertolongan pertama henti jantung, seperti yang dialami Maradona?

Diwawancara terpisah, dr Dafsah Juzar, SpJP, dokter spesialis jantung sekaligus kepala staf medis emergency dan ICCU RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita menjelaskan jika seseorang tak segera mendapat pertolongan saat henti jantung, suplai oksigen darah ke otak akan terhenti.

Berikut beberapa pertolongan pertama yang bisa dilakukan demi mencegah henti jantung yang dialami Maradona.

  1. Memastikan orang yang mengalami henti jantung berada di lingkungan aman. Jika tak mengalami trauma leher, langsung baringkan orang tersebut di tempat yang rata.
  2. Segera mencari pertolongan medis agak meningkatkan keberhasilan pasien selamat dari kondisi henti jantung.
  3. Memastikan posisi kepala orang tersebut menghadap ke atas agar jalan napas paru-paru tetap terbuka.
  4. Pastikan memang tidak ada nadi, respons, dan napas pada korban. Segera lakukan bantuan kompresi awal. Lakukan kompresi pada bagian tengah tulang dada setinggi puting susu dengan kedalaman 5 sampai 6 sentimeter. Lakukan kompresi dengan kecepatan 100 kali per menit sampai korban sadar atau bantuan medis tiba.

Lantas bagaimana cara menjaga jantung tetap sehat agar tak mengalami henti jantung seperti Maradona?

  • Mengurangi konsumsi makanan berkolesterol tinggi
  • Rutin berolahraga
  • Memberikan asupan sayuran dan buah-buahan yang cukup.


Simak Video "Positif Covid-19, Ed Sheeran Kini Jalani Isolasi Mandiri"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)