Selasa, 01 Des 2020 14:29 WIB

Kerusakan Paru-paru Pasien Corona Terdeteksi Sampai 3 Bulan Pasca Infeksi

Firdaus Anwar - detikHealth
Virus Corona terbaru atau Sars-Cov-2 yang menjadi penyebab COVID-19 memang berbahaya. Tapi tampilannya di bawah mikroskop bisa sangat bertolak belakang. COVID-19 dapat sebabkan kerusakan jangka panjang pada organ tubuh. (Foto: NIAID)
Jakarta -

Studi terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari Oxford University mengungkap misteri efek jangka panjang COVID-19. Menurut peneliti terdapat semacam kerusakan pada paru-paru pasien yang bisa bertahan lama, bahkan sampai tiga bulan setelah infeksi.

Pemimpin studi, Profesor Fergus Gleeson, menjelaskan studi dilakukan dengan memanfaatkan gas xenon saat melakukan MRI pada 10 pasien berusia 19-69 tahun. Teknik ini disebut bisa lebih baik mendeteksi kerusakan pada paru-paru.

Delapan dari 10 pasien dalam penelitian mengaku mengalami gejala sulit bernapas dan lemas sampai berbulan-bulan, meski tidak pernah sampai dirawat. Hasil pemindaian menemukan ternyata ada area pada paru-paru pasien yang tidak bisa mengalirkan udara secara lancar ke darah.

"Saya memang menyangka akan ada semacam kerusakan paru-paru, tapi tidak separah yang seperti kita temukan," kata Prof Fergus seperti dikutip dari BBC, Selasa (1/12/2020).

Rencananya peneliti akan mengembangkan studi pada sekitar 100 pasien. Tujuannya untuk memastikan apakah hal yang sama terjadi juga pada seluruh orang yang terinfeksi virus Corona, namun tidak sampai dirawat atau hanya bergejala ringan.



Simak Video "Daftar Vitamin untuk Jaga Imunitas Pasien COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)