Rabu, 02 Des 2020 06:33 WIB

5 Fakta Swab Antigen yang Dipakai Anies Baswedan Sebelum Positif COVID-19

Tim detikHealth - detikHealth
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi undangan Polda Metro Jaya untuk klarifikasi soal kerumunan di acara Habib Rizieq Shihab, Selasa (17/11/2020). Anies Baswedan positif COVID-19 (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan positif COVID-19 berdasarkan tes PCR (polymerase chain reaction) pada Selasa (1/12/2020). Sehari sebelumnya, Anies menjalani tes swab antigen dengan hasil negatif.

Awalnya, Anies melakukan tes PCR pada Rabu (25/1/2020) dengan hasil negatif. Setelah Wakil Gubernur DKI Riza Patria kedapatan positif COVID-19, Anies kembali melakukan swab, kali ini dengan tes antigen, dan hasilnya negatif.

Hasil negatif pada swab antigen dikonfirmasi dengan tes swab PCR pada Senin (30/12/2020) di balaikota. Hasilnya, Anies dinyatakan positif COVID-19.

Sama-sama menggunakan sampel yang diambil melalui swab atau usapan di area nasofaring, apa yang membedakan swab PCR dengan swab antigen?

1. Material yang dideteksi

Pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Handoyo Utomo menjelaskan, tes swab antigen bekerja dengan mendeteksi cangkang virus. Sementara itu, tes PCR mendeteksi material genetik virus. Hasil kedua tes ini sama-sama mengindikasikan apakah seseorang memiliki infeksi aktif atau tidak.

2. Akurasi dan sensitivitas

Ahli patollogi klinis dari RS Pondok Indah (RSPI) Bintaro Jaya dr Thyrza Laudamy Darmadi SpPK menjelaskan, sensitivitas tes PCR lebih tinggi dibading swab antigen. Tes swab antigen hanya efektif mendeteksi infeksi ketika jumlah virusnya cukup tinggi.

"Jadi si antigen ini mampu mendeteksi ketika jumlah virus si pasien tersebut tinggi, tetapi ketika jumlah virusnya tidak terlalu tinggi, jadi CT (cycle threshold) valuenya di atas 25 atau di atas 30, antigen itu bisa akan negatif," jelas dr Thyrza saat ditemui detikcom di RSPI Bintaro Jaya Jumat (20/11/2020).

3. Laboratorium yang dibutuhkan

Swab PCR dikerjakan di laboratorium khusus dengan kualifikasi minimal bio safety level (BSL) dua. Kualifikasi ini dibutuhkan untuk memeriksa mikroorganisme dengan potensi bahaya sedang seperti campak. Swab antigen tidak membutuhkan kualifikasi tersebut.

4. Harga

Kementerian Kesehatan RI telah menetapkan harga maksimal Rp 900 ribu untuk tes swab PCR. Tes swab antigen umumnya mematok harga lebih rendah dibanding PCR, tetapi lebih tinggi dari rapid test biasa.

5. Bedanya dengan rapid test apa dong?

Ada berbagai jenis maupun produk rapid test yang ada di pasaran, masing-masing memiliki cara kerja dan akurasi yang berbeda. Namun secara umum, tes antigen lebih sensitif dan akurat untuk mendeteksi infeksi pada periode minggu pertama, sedangkan rapid test antibodi lebih ditujukan untuk mendeteksi apakah seseorang pernah terpapar infeksi.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)