Kamis, 03 Des 2020 06:30 WIB

Mengenal Anosmia, Gejala Umum pada Pasien COVID-19

Zintan Prihatini - detikHealth
Stinky. Closeup portrait headshot woman pinches nose with fingers hands looks with disgust something stinks bad smell situation isolated on gray wall background. Face expression body language reaction Anosmia merupakan gejala umum COVID-19 (Foto: iStock)
Jakarta -

Hilangnya kemampuan untuk mencium bau atau anosmia menjadi gejala umum dari COVID-19 yang paling utama. Sekitar 20-50 persen pasien yang terinfeksi virus Corona di atas usia 35 tahun mengalami anosmia. Sementara itu, 15-25 persen pasien COVID-19 mengalami demam, dan 13-18 persen mengalami batuk.

Anosmia mungkin bersifat sementara maupun permanen. Alergi atau pilek biasanya menyebabkan anosmia sementara. Kondisi lebih serius yang memengaruhi otak atau saraf seperti tumor otak atau trauma kepala, dapat menyebabkan hilangnya penciuman secara permanen. Faktor usia juga memengaruhi hilangnya kemampuan mencium.

Pada pasien COVID-19 yang disertai anosmia mungkin tidak dapat merasakan rasa di lidah. Hal itu menyebabkan hilangnya keinginan untuk makan hingga malnutrisi.

Dikutip dari Healthline, berikut penyebab, diagnosis, dan perawatan pasien anosmia.

Mengenal Anosmia, Gejala COVID-19 yang Bikin Susah Cium BauMengenal Anosmia, Gejala COVID-19 yang Bikin Susah Cium Bau Foto: infografis detikHealth

Apa penyebab anosmia dan bagaimana diagnosisnya?

Tidak bisa mencium bau bukan hanya gejala Corona saja, tetapi bisa disebabkan faktor lain. Anosmia bisa disebabkan oleh pembengkakan atau penyumbatan di hidung yang menghalangi bau sampai ke bagian atas hidung. Selain itu, anosmia sementara biasanya karena iritasi pada selaput lendir yang melapisi hidung berasal dari infeksi sinus, flu, merokok, pilek, maupun alergi.

Penyumbatan saluran hidung hingga anosmia bisa terjadi karena rusaknya reseptor di dalam hidung menuju saraf di otak. Dalam beberapa kasus, orang dilahirkan tanpa indra penciuman karena kondisi genetik yang disebut anosmia bawaan.

Kondisi anosmia sulit diukur, maka dari itu perlu pemeriksaan medis untuk mengetahui diagnosisnya. Perlu dilakukan tes seperti CT scan, MRI scan, dan X-ray untuk melihat kondisi di dalam hidung.

Bagaimana cara mengobati anosmia?

Perawatan anosmia tergantung pada penyebabnya. Jika hilangnya memampuan mencium bau terjadi karena flu, alergi, atau infeksi sinus, biasanya akan hilang dengan sendirinya. Obat-obatan untuk menyembuhakn anosmia sementara di antaranya dekongestan, antihistamin, semprotan hidung steroid, dan antibiotik untuk infeksi bakteri.



Simak Video "Yang Harus Dilakukan Jika Tak Bisa Cium Bau Seperti Gejala Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)