Selasa, 08 Des 2020 07:00 WIB

5 Cara Alami Mengatasi Anosmia, Gejala Umum COVID-19

Farah Nabila - detikHealth
Stinky. Closeup portrait headshot woman pinches nose with fingers hands looks with disgust something stinks bad smell situation isolated on gray wall background. Face expression body language reaction Anosmia merupakan gejala umum COVID-19 (Foto: iStock)
Jakarta -

Anosmia adalah hilangnya indra penciuman sebagian atau seluruhnya. Seseorang yang mengalami anosmia tidak dapat sepenuhnya mencicipi makanan dan kehilangan minat untuk makan. Masalah kesehatan ini terasa sepele namun cukup mengganggu.

Kondisi umum anosmia sementara seperti iritasi lapisan hidung, yang terjadi pada alergi atau pilek. Tetapi, ada kondisi serius yang memengaruhi otak atau saraf, seperti tumor otak atau trauma kepala yang dapat menyebabkan hilangnya penciuman secara permanen.

Anosmia sering kali disebabkan oleh pembengkakan atau penyumbatan di hidung yang mencegah bau sampai ke bagian atas hidung. Terkadang anosmia juga disebabkan oleh masalah pada sistem yang mengirimkan sinyal dari hidung ke otak.

Kini anosmia merupakan salah satu tanda seseorang terinfeksi COVID-19. Jika Anda mengalami anosmia yang tak kunjung sembuh, konsultasikan ke dokter untuk mengetahui penyebab anosmia yang sebenarnya.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa cara mengatasi anosmia secara alami.

1. Membilas hidung dengan larutan air garam

Membilas bagian dalam hidung dengan larutan air garam dapat membantu mengurangi anosmia. Langkah ini dapat dilakukan jika hilangnya kemampuan indra penciuman yang disebabkan oleh infeksi atau alergi.

2. Bawang putih

Sifat anti inflamasi yang kuat dari asam ricinoleic penyusun aktif dalam bawang putih mengurangi pembengkakan dan peradangan di dalam saluran hidung. Bawang putih juga mengandung sifat anti bakteri yang dapat membersihkan endapan dahak dari saluran hidung dan memudahkan pernapasan dengan memperlebar saluran hidung.

Hancurkan 4-5 siung bawang putih dan tambahkan ke dalam secangkir air mendidih. Rebus selama dua menit, tambahkan sedikit garam. Minum ramuan tersebut selagi masih panas, dua kali sehari untuk mengembalikan indra penciuman.

3. Jahe

Gingerol, konstituen aktif jahe memberikan aroma dan rasa jahe yang khas yang membantu merangsang indera perasa dan meningkatkan indera penciuman. Selain itu, sebagai ekspektoran alami, ini juga menunjukkan sifat anti mikroba dan pereda nyeri yang ampuh yang membantu mengobati infeksi di saluran hidung dan membersihkan partikel rematik dari hidung.

Anda bisa mengonsumsi jahe dengan menyeduhnya menjadi teh atau mengunyahnya sedikit saja untuk meningkatkan indra penciuman yang menurun karena anosmia.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Reaksi Kulit yang Bisa Terjadi Pada Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]