Selasa, 08 Des 2020 14:33 WIB

Cerita Haru di Balik Viral Dokter Azankan Bayi Baru Lahir

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Viral dokter mengazankan bayi Foto: Instagram dr Sandy Prasetyo @sandysandyprasetyo (Ditampilkan atas izin yang bersangkutan)
Jakarta -

Di media sosial viral sosok dokter yang mengazankan bayi baru lahir. Dalam unggahannya di Instagram, dr Sandy Prasetyo, SpOG, menyebut diberi amanah oleh sang ayah agar bisa mewakili mereka mengazani bayinya.

Saat diwawancara detikcom, dr Sandy mengatakan postingan tersebut mewakili dua orang ayah, ada yang tengah dirawat karena COVID-19 dan satu lagi meninggal setelah terpapar Corona.

Postingan dr Sandy sontak menggugah hati banyak warganet. Ia bersyukur banyak yang akhirnya ikut mendoakan pasiennya.

"Pasien saya ini satunya suaminya dirawat satunya suaminya meninggal. Saya juga sampaikan ke pasien bahwa banyak yang mendoakan ibunya jadi lebih kuat, bayinya sehat, banyak dapat doa," kata dr Sandy, Selasa (8/12/2020).

Dokter yang berpraktek di RSIA Binamedika Bintaro dan RS Brawijaya Antasari ini mengaku cukup kaget saat melihat postingannya dibagikan oleh banyak orang. Ia berharap unggahannya bisa menciptakan dampak positif, terlebih di masa pandemi COVID-19.

[Gambas:Instagram]



"Ini juga menjadi awareness yang cukup besar dampaknya karena banyak yang mengajak untuk tetap kampanye jaga diri, jaga kesehatan, covid itu benar adanya. Mudah-mudahan dengan ini, ada impactnya lah dan pandemi bisa lekas selesai dengan kita jaga diri," ungkap dr Sandy.

Ini bukan kali pertama dr Sandy mengazani bayi baru lahir. Sebelumnya sudah banyak calon ayah yang meminta tolong agar bayinya diazankan sebab mereka tengah diisolasi akibat infeksi COVID-19.

"Yang suaminya dirawat juga banyak yang minta tolong anaknya diazankan terus dia lihat pakai video call," sebutnya.

Menangani pasien di masa pandemi COVID-19 sangat tidak mudah. Ada banyak yang harus dipersiapkan baik dari sisi dokter dan pasien, kata dr Sandy.

Ia mengaku kerap khawatir ketika pasiennya menunggu hasil swab di minggu-minggu terakhir menjelang persalinan. Khawatir jika hasilnya positif, sehingga pasien harus dirujuk ke rumah sakit khusus COVID-19 dan melahirkan dengan segala keterbatasan, tak bisa didampingi suami dan keluarga.

"Pasien mungkin nggak pernah membayangkan untuk swab, harus ada dana khusus, persiapan mental kalau-kalau hasilnya positif dan akhirnya tidak bisa bersalin di tempat yang diharapkan dan harus dirujuk, pisah dengan suami," pungkas dr Sandy.



Simak Video "DPR Desak Pemerintah Cari Formulasi Baru untuk Bantu Nakes COVID"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)