Kamis, 10 Des 2020 18:30 WIB

Pembengkakan Jantung: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Rosmha Widiyani - detikHealth
Melisha Sidabutar kontenstan Indonesian Idol meninggal dunia Foto: Tangkapan Layar Instagram @melishapricilla/Pembengkakan Jantung: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
Jakarta -

Pembengkakan jantung saat ini menjadi salah satu topik yang ramai dibicarakan publik, setelah seorang peserta Indonesian Idol didiagnosis mengalami gangguan ini dan akhirnya wafat.

Melisha Sidabutar atau Melisha Indonesian Idol meninggal pada Rabu (9/12/2020) di usia 19 tahun. "Jadi sudah dironsen, ditemukan ada pembengkakan jantung. Jadi emang udah lemes dari pagi or kemarin (nggak tau jelasnya ya guys). Terus mamanya cerita, mau dibawa ke RS dari kemarin, cuma Melisha bilang nggak usah," kata Ellysia Belinda sahabat Melisha.

Dikutip dari Mayo Clinic, pembengkakan jantung atau cardiomegaly sebetulnya bukan penyakit. Kondisi ini adalah tanda adanya gangguan lain dalam tubuh yang harus segera ditangani. Cardiomegaly terlihat saat pemeriksaan X-ray atau imagining test lainnya.

Berikut penyebab, gejala, dan pengobatan pembengkakan jantung

A. Penyebab pembengkakan jantung

Kondisi ini diakibatkan berbagai hal yang mengakibatkan organ berupaya lebih keras memompa darah. Upaya yang lebih keras juga membahayakan otot jantung. Kadang jantung makin besar dan lemas karena berbagai hal yang tidak diketahui, atau kerap disebut idiopathic cardiomegaly.

Pembengkakan jantung terjadi karena:

1. Bawaan lahir

Kondisi bawaan jantung sejak lahir (congenital), efek serangan jantung, atau irama jantung yang tidak normal (arrhythmia) bisa mengakibatkan pembengkakan jantung.

2. Tekanan darah tinggi

Hipertensi bisa jadi mengakibatkan jantung berusaha lebih kuat untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini ini meningkatkan ukuran dan ketebalan otot jantung.

3. Penyakit katup jantung

Empat katup jantung memungkinkan darah selalu mengalir ke arah yang benar. Jika katup jantung rusak karena rheumatic fever, cacat, infeksi, dan sebab lain maka kondisi ini bisa mengakibatkan pembengkakan jantung.

4. Cardiomyopathy

Penyakit ini menyebabkan jantung memompa darah lebih kuat ke seluruh tubuh. Seiring waktu, cardiomyopathy mengakibatkan pembengkakan jantung karena berupaya memompa lebih banyak darah.

5. Pulmonary hypertension

Tekanan darah tinggi ini terjadi di pembuluh arteri yang menghubungkan jantung dan paru. Jantung mungkin harus memompa lebih kuat untuk menggerakkan darah antara paru dan jantung. Akibatnya terjadi pembengkakan jantung di bagian kanan.

6. Pericardial effusion

Kondisi ini adalah ketika ada cairan di sekitar jantung. Akumulasi cairan mengakibatkan jantung terlihat lebih besar pada pemeriksaan X-ray.

7. Coronary artery disease

Gangguan ini terjadi saat pembuluh arteri di jantung mengalami sumbatan (blocked). Fatty plaque pada pembuluh mengganggu aliran darah di jantung yang bisa mengakibatkan serangan. Ketika satu bagian jantung mati maka yang lain harus memompa lebih keras.

8. Anemia

Salah satu tugas sel darah merah adalah mengedarkan oksigen ke jaringan seluruh tubuh. Anemia mengindikasikan jumlah sel darah merah sehat yang terlalu sedikit dalam tubuh.

Akibatnya tubuh tidak mendapat cukup oksigen, yang bisa mengakibatkan irama jantung terlalu cepat atau tidak teratur. Jantung kemudian harus memompa lebih banyak darah demi mencukupi kebutuhan oksigen.

9. Gangguan tiroid

Kondisi jaringan tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme) atau sangat aktif (hipertiroidisme) dapat mengakibatkan masalah pada jantung. Termasuk pembengkakan jantung atau cardiomegaly.

10. Hemochromatosis

Gangguan ini adalah ketika tubuh tidak mampu mengolah besi sehingga terkumpul di berbagai organ. Hemochromatosis dapat mengakibatkan pembengkakan jantung di bilik kiri karena otot yang lemah.

11. Penyakit langka

Penyakit langka, misal amyloidosis, dapat mempengaruhi kesehatan jantung. Amyloidosis adalah kondisi saat protein abnormal bersirkulasi dalam darah dan mungkin terkumpul di jantung. Kondisi ini mengganggu fungsi dan mengakibatkan pembengkakan jantung.

B. Gejala pembengkakan jantung

Pada beberapa orang, pembengkakan jantung tidak memperlihatkan tanda atau gejala tertentu. Namun pada beberapa orang kondisi ini dapat terlihat dengan jelas.

Berikut gejala pembengkakan jantung

1. Napas pendek

2. Irama jantung yang tidak normal (aritmia)

3. Pembengkakan (edema)

Pembengkakan jantung lebih mudah ditangani bila diketahui sejak dini. Karena itu disarankan segera ke dokter bila mendapati gejala berikut:

1. Sakit dada

2. Rasa tidak nyaman di area tubuh bagian atas termasuk satua atau dua lengan, punggung, leher, rahang, atau perut.

3. Napas pendek makin parah

4. Pingsan

C. Pengobatan pembengkakan jantung

Mungkinkan pembengkakan jantung mendapat pengobatan?

Pembengkakan jantung mungkin bisa diobati dengan menangani penyebabnya. Pengobatan dapat terdiri atas konsumsi obat atau tindakan medis, misal operasi.

Kondisi pembengkakan jantung dapat dicegah, terutama pada yang memiliki sejarah gangguan jantung di keluarga. Pasien bisa konsultasi ke dokter untuk mengurangi risiko dan menerapkan pola hidup sehat.



Simak Video "Yuk Belajar CPR, Pertolongan Pertama Henti Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(row/pal)