Kamis, 10 Des 2020 17:37 WIB

Meski Ada Vaksin, Protokol Kesehatan Harus Tetap Dijalankan

Nurcholis Maarif - detikHealth
Dr. Ede Surya Darmawan SKM., MDM, Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) menjadi pembicara bersama Abi Satria penyintas COVID-19 dalam acara dialog produktif bertema Vaksin Datang, Tetap Disiplin 3M di Jakarta, Kamis, 10 Desember 2020. DOK. KPCPEN Foto: KPCPEN
Jakarta -

Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), dr Ede Surya Darmawan menyebut vaksin COVID-19 jadi hal penting untuk pencegahan COVID-19. Sebab jika tidak divaksin maka ada risiko berat yang harus ditanggung.

Menurutnya, siapa saja dapat tertular COVID-19, kapan saja dan di mana saja karena virus Corona dapat menempel pada benda-benda yang ada di sekitar kita. Oleh karenanya, kata dia, menerapkan protokol kesehatan 3M itu bukan pilihan, tapi jadi kewajiban.

"Bahkan untuk cuci tangan itu tidak boleh terlewat. Ada atau tidak ada COVID-19 pun kita harus cuci tangan, contohnya sebelum makan untuk menjaga kebersihan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (10/12/2020).

Hal ini diungkapkannya dalam Dialog Produktif yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). Dialog kali ini mengangkat tema 'Vaksin Datang, Tetap Disiplin 3M' bertempat di Media Center KPCPEN.

Menyinggung soal vaksinasi, dr Ede mengatakan akan sangat menguntungkan bagi mereka yang akan memilih ikut dalam program vaksinasi. Sebab vaksin terbukti efektif dalam pencegahan berbagai penyakit.

"Karena sakit itu bukan hanya sekadar biaya pengobatan, tapi juga ketidaknyamanan harus terpisah dari keluarga dan tidak bisa bekerja. Itu semua kerugiannya jauh lebih banyak. Vaksin sebagai metode intervensi kesehatan masyarakat dalam pencegahan sudah jelas terbukti efektif," terangnya.

Ia juga mengatakan terkait efek samping yang ada dan terlalu ditakutkan pun hanya sekadar ketidaknyamanan yang bersifat sementara. Kalaupun ada kejadian lain, bisa jadi bukan karena vaksinnya.

"Sakit karena disuntik kemudian ada bengkak, badan panas. Tapi itu tidak lama. Kalau vaksinnya efektif maka akan segera terbentuk antibodi sehingga kita akan kebal terhadap suatu penyakit yang spesifik," ungkapnya.

"Mungkin pada waktu yang sama terjadi infeksi di tempat lain dan vaksinnya menjadi tidak efektif. Maka selain vaksinnya harus kualitas tinggi, prosesnya, terutamanya rantai dingin atau cold chain, harus dijaga dengan baik," tutupnya.



Simak Video "WHO akan Bangun Pusat Vaksin Corona di Afrika Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/ega)