Jumat, 11 Des 2020 17:05 WIB

Sakit Mata Jadi Gejala COVID-19 Terbaru, Kenali Ciri-cirinya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Beautiful blond woman with painted eye Sakit mata jadi gejala COVID-19 terbaru. (Foto ilustrasi: thinkstock)
Jakarta -

Sakit mata menambah daftar terbaru gejala COVID-19. Hal ini berdasarkan beberapa studi yang menemukan kaitan antara kondisi mata dan infeksi COVID-19.

Studi yang dimuat dalam jurnal BMJ Open Ophthalmology menemukan sakit mata lebih umum terjadi ketika pasien mengidap COVID-19 dan sebelum tertular. Peneliti membagikan kuesioner kepada 83 responden, menanyakan seberapa sering gejala COVID-19 sakit mata terjadi.

Baik saat terinfeksi COVID-19 maupun sebelum tertular Corona. Hasil penelitian sebelumnya menemukan ada 16 persen pasien COVID-19 yang mengalami gejala ini.

Sementara itu, ada 18 persen yang mengidap fotofobia atau sensitivitas cahaya sebelum tertular COVID-19. Hanya 5 persen dari responden pasien COVID-19 yang mengalami gejala ini sebelum terpapar Corona.

Ada 81 persen pasien COVID-19 yang melaporkan sakit mata dua minggu usai terpapar Corona. Gejala paling umum yang dirasakan pasien COVID-19 adalah kelelahan sebanyak 90 persen responden.

Sementara 76 persen lainnya mengalami demam dan 66 persen pasien mengeluhkan batuk kering.

"Meskipun penting bahwa gejala mata dimasukkan dalam daftar kemungkinan gejala COVID-19, kami berpendapat bahwa sakit mata harus menggantikan 'konjungtivitis' karena penting untuk membedakan dari gejala jenis infeksi lain, seperti infeksi bakteri, yang mana bermanifestasi sebagai keluarnya lendir atau mata berpasir," jelas para peneliti.

"Studi ini penting karena membantu kami lebih memahami tentang bagaimana COVID-19 dapat menginfeksi konjungtiva dan bagaimana ini kemudian memungkinkan virus menyebar ke seluruh tubuh," lanjut keterangan studi.

Lalu bagaimana ciri-ciri sakit mata yang menjadi gejala COVID-19?

Sebelum semakin umum dilaporkan, ilmuwan China sempat mengklaim COVID-19 bisa menular dari mata, salah satu tandanya adalah mata berair.

Pada Februari lalu, 12 pasien COVID-19 dalam studi mereka, tujuh di antaranya memproduksi lebih banyak air mata daripada biasanya yang disebut sebagai epifora.

Kondisi ini menyebabkan mata merah, pegal, penglihatan kabur, hingga rasa sakit yang tajam di mata, meskipun belum tentu karena virus Corona. Berikut detail ciri-cirinya.

  • Mata memerah
  • Mata terasa terbakar atau berpasir
  • Keluar cairan dari satu atau kedua mata
  • Nanah menempel di bulu mata
  • Timbul rasa gatal dan kemerahan pada mata


Simak Video "Riset Eijkman Ungkap 3 Gejala Umum COVID-19 yang Ditemukan Pada Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)