Sabtu, 12 Des 2020 14:00 WIB

Akhirnya! FDA AS Resmi Izinkan Penggunaan Darurat Vaksin Corona Pfizer

Ayunda Septiani - detikHealth
Vaksin Covid-19: Negara-negara termiskin di dunia tak boleh terinjak-injak dalam perebutan vaksin corona, menurut WHO Ilustrasi vaksin COVID-19. (Foto: BBC World)
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) AS resmi memberikan izin penggunaan darurat vaksin Pfizer-BioNTech, pada Jumat (11/12/2020).

Dikutip dari laman BBC, para tenaga kesehatan diperkirakan akan menerima vaksinasi dalam beberapa hari ke depan.

Keputusan FDA ini muncul setelah melakukan penelitian pada hasil uji klinis, tapi juga berada di bawah tekanan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Sebelumnya Trump dan jajaran pejabatnya kerap menuding FDA bertindak lambat dan bahkan mengancam akan mencopot kepala FDA Stephen Hahn, jika tidak memberikan persetujuan pada akhir pekan ini.

Keputusan ini akan memulai program vaksinasi terbesar dalam sejarah Amerika Serikat, sekaligus juga akan memiliki pengaruh global mengingat FDA kerap menjadi rujukan negara-negara lain dalam mengambil keputusan.

Program vaksinasi AS diperkirakan akan dimulai pada pekan depan dengan tiga juta dosis akan disebarkan ke berbagai negara bagian, dengan tiga juta dosis lainnya disimpan untuk penyuntikan kedua. Untuk diketahui, vaksin Pfizer sendiri mengharuskan dua kali dosis untuk satu orang agar vaksin efektif bekerja.

Lewat penelitiannya terhadap uji klinis pada 44 ribu orang, FDA menemukan bahwa vaksin aman dan 90 persen efektif pada kelompok populasi yang berbeda secara usia, ras, dan pada kelompok masyarakat yang memiliki penyakit bawaan.

AS menjadi negara keenam di dunia yang memberikan izin penggunaan darurat vaksin Pfizer selain Inggris, Kanada, Arab Saudi, Bahrain, dan Meksiko.

Selain Pfizer, FDA juga diperkirakan akan memberikan izin penggunaan darurat bagi vaksin Moderna pada bulan ini.

Jika keputusan itu diambil, maka AS akan memvaksinasi 20 juta orang hingga akhir Desember, 30 juta orang pada Januari 2021, dan 50 juta orang pada Februari.

AS adalah negara dengan tingkat penularan pandemi corona tertinggi di dunia dengan 16,2 juta orang terinfeksi dan lebih dari 300 ribu meninggal dunia karena COVID-19.



Simak Video "Bos BioNTech Yakin Vaksin Pfizer Bisa Akhiri Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)