Rabu, 16 Des 2020 08:45 WIB

CDC Beberkan Efek Samping Pasca Vaksinasi COVID-19 dan Cara Menanganinya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
A Russian medical worker, right, administers a shot of Russias Sputnik V coronavirus vaccine in Moscow, Russia, Saturday, Dec. 5, 2020. Thousands of doctors, teachers and others in high-risk groups have signed up for COVID-19 vaccinations in Moscow starting Saturday, a precursor to a sweeping Russia-wide immunization effort. (AP Photo/Pavel Golovkin) Vaksinasi COVID-19. (Foto: AP Photo/Pavel Golovkin
Jakarta -

Dimulainya vaksinasi COVID-19 di beberapa negara memunculkan kekhawatiran mengenai efek samping yang ditimbulkan pasca suntikan.

Beberapa ahli menyebut efek samping yang timbul setelah vaksinasi adalah hal normal dan bis ditoleransi. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) merilis panduan untuk mengelola kemungkinan efek samping setelah vaksinasi.

"Anda mungkin mengalami beberapa efek samping, yang merupakan tanda normal bahwa tubuh Anda sedang membangun perlindungan. Efek samping ini dapat memengaruhi kemampuan Anda untuk melakukan aktivitas sehari-hari, tetapi akan hilang dalam beberapa hari," tulis CDC dalam laman resminya seperti yang dilihat detikcom, Rabu (16/12/2020).

Berikut efek samping umum yang bisa terjadi.

Di lengan tempat disuntiknya vaksin:

  • Kebas
  • Bengkak

Di seluruh tubuh:

  • Demam
  • Panas dingin
  • Kelelahan
  • Sakit kepala

Meskipun efek samping biasanya bersifat sementara dan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari, CDC menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter tentang obat-obatan yang dijual bebas seperti ibuprofen atau asetaminofen untuk mengatasi rasa sakit atau ketidaknyamanan.

Langkah-langkah lain untuk mengurangi rasa sakit termasuk menempatkan kain lap basah yang dingin di atas lengan atau gerakkan tangan. Untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat demam, disarankan untuk tetap terhidrasi.

"Efek sampingnya mungkin terasa seperti flu dan bahkan memengaruhi kemampuan Anda untuk melakukan aktivitas sehari-hari, tetapi akan hilang dalam beberapa hari," lanjutnya.



Simak Video "Komnas KIPI: Efek Vaksin Covid-19 Lebih Banyak Dialami Anak Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)