Rabu, 16 Des 2020 13:00 WIB

Pria Ini Harus Diamputasi karena Infeksi COVID-19, Kok Bisa?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi pasien di rumah sakit Kaki pasien COVID-19 harus diamputasi akibat COVID-19. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Seorang pria pegawai keamanan di Gedung Putih harus kehilangan kakinya akibat tertular virus Corona. Berdasarkan laporan, ia berjuang melawan infeksi penyakit tersebut selama 3 bulan.

Dikutip dari New York Post, pria bernama Crede Bailey yang bertanggung jawab atas keamanan Gedung Putih itu menjadi pasien yang paling parah dari lusinan kasus virus Corona di area tersebut.

Bailey diketahui tertular COVID-19 sebelum acara Rose Garden pada 26 September 2020 lalu, saat Presiden Trump mengumumkan Amy Coney Barrett sebagai calon Mahkamah Agungnya. Tetapi, saat itu keluarganya meminta pihak Gedung Putih untuk tidak mempublikasikan kondisi Bailey.

"Bailey mengalahkan COVID-19, tetapi itu menimbulkan kerugian yang signifikan. Jempol kaki di kaki kiri serta kaki kanan dan kaki bagian bawahnya harus diamputasi," tulis Dawn McCrobie yang mengorganisir kampanye GoFundMe untuk Bailey.

McCrobie juga mengatakan, saat ini Bailey tengah memulihkan dirinya di pusat rehabilitasi. Selain itu, Bailey juga akan dipasangkan kaki palsu dalam beberapa bulan mendatang.

"Keluarganya memiliki tagihan medis yang mengejutkan dari rawat inap di rumah sakit selama lebih dari 2 bulan dan masih menghitung hari di ICU dan rehabilitasi sebelum dia bisa pulang," tulisnya.

"Ketika dia berhasil pulang, akan ada perubahan besar yang diperlukan untuk menangani kecacatan yang baru dan permanen," tambahnya.

Sampai saat ini, para ahli masih mempelajari sejauh mana COVID-19 bisa merusak tubuh, salah satu akibatnya adalah kehilangan aliran darah. Virus ini diketahui bisa menyerang sistem vaskular dan menyebabkan pembekuan darah.



Simak Video "Relawan Pemakaman Malaysia Ketar-ketir Lihat Lonjakan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)