Kamis, 17 Des 2020 13:37 WIB

Mengkhawatirkan, Ahli Sebut Gejala Long Covid Bisa Bertahan Hingga Setahun

sao - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Gejala long Covid bisa berlangsung sampai satu tahun. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Gejala COVID-19 yang diketahui umumnya terdiri dari batuk, demam, anosmia, dan lain sebagainya. Tetapi, ternyata beberapa pasien mengaku mengalami gejala jangka panjang selama beberapa bulan pasca terinfeksi.

Kondisi ini biasanya dikenal dengan sebutan long Covid. Mereka yang bergejala jangka panjang ini bisa mengalaminya hingga 1 tahun lamanya dan cukup membingungkan para dokter.

Namun, kondisi ini semakin banyak dialami oleh banyak pasien COVID-19 setelah mereka terinfeksi. Kondisi ini terus berlanjut selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Kondisi ini biasanya dialami orang lanjut usia (lansia) dan orang-orang yang memang memiliki riwayat kesehatan yang cukup berisiko. Tetapi, kini orang-orang muda juga cukup berisiko, karena para peneliti menemukan adanya kondisi genetik yang mempengaruhi fungsi interferon tanpa menyadarinya.

Untuk mengetahuinya, Dr Claire Steves dan Prof Tim Spector dari King's College London meneliti lamanya seseorang bisa mengalami gejala COVID-19. Kondisi ini dilihat berdasarkan beberapa faktor, seperti usia yang mungkin mengembangkan COVID-19 yang berkepanjangan.

Studi ini berfokus pada 4.182 pengguna aplikasi COVID Symptom Study yang memang secara konsisten mencatat riwayat kesehatan mereka dan dinyatakan positif COVID-19 melalui tes swab PCR.

Para peneliti menemukan orang yang usianya lebih tua jauh lebih mungkin terinfeksi COVID-19 lebih lama daripada orang yang usianya lebih muda. Long Covid ini juga bisa mempengaruhi kesehatan sekitar 10 persen orang yang berusia 18-49 tahun, dan meningkat hingga 22 persen pada pasien yang usianya di atas 70-an.

Apa kata ahli soal ini?

Pakar Mayo Clinic, Dr Greg Vanichkachorn berusaha membandingkan kasus virus Corona COVID-19 dengan virus terdahulu yaitu SARS. Ia melihat lebih dari 100 persen pasien long Covid, sehingga ia tidak terlalu terkejut jika sebagian pasien memang membutuhkan waktu yang sama seperti orang yang terinfeksi SARS.

Sebelumnya, para pasien SARS terkadang membutuhkan waktu kurang lebih satu tahun untuk bisa mengembalikan fungsi tubuhnya.

Dr Vanichkachorn juga mengatakan kondisi ini cukup sulit dijelaskan dan tidak ada kaitannya dengan genetik. Bahkan orang yang mengalami gejala COVID-19 yang parah pun belum tentu akan mengalami long Covid.

"Faktanya, banyak pasien (long Covid) yang kami temui berusia lebih muda dan cukup sehat serta bugar secara fisik sebelum terinfeksi COVID-19. Jadi sayangnya, tampaknya ini adalah sesuatu yang bisa dialami siapapun setelah terinfeksi," jelas Dr Vanichkachorn.

Adapun beberapa gejala jangka panjang COVID-19 yang dilaporkan para pasien, seperti jantung berdebar cepat, kesemutan atau mati rasa, dan masalah konsentrasi (kabut otak).



Simak Video "Reaksi Kulit yang Bisa Terjadi Pada Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)