Jumat, 18 Des 2020 07:58 WIB

Negara Ini Siapkan 5 Ribu Kantong Mayat untuk Pasien Corona, Ada Apa?

ayunda septiani - detikHealth
Virus Corona jadi pandemi global usai menyebar di dunia. Selain tenaga medis, para pengurus jenazah COVID-19 juga berada di garis depan penanganan pandemi ini. Ilustrasi kobran Covid-19. (Foto ilustrasi: AP Photo/Emilio Morenatti)
Jakarta -

Pemerintah California telah membeli ribuan kantong jenazah dan memiliki puluhan lemari pendingin guna menghadapi keadaan siaga dan bersiap menghadapi meningkatnya jumlah kematian akibat COVID-19.

Pemerintah California menyiapkan sekitar 5 ribu kantong jenazah dan 60 lemari pendingin.

Dikutip dari laman NBC News Kamis (17/12/2020) Gubernur California Gavin Newsom mengatakan peralatan tersebut disiapkan di kabupaten dan rumah sakit dengan angka kasus COVID-19 yang tinggi.

Meskipun vaksin sudah mulai berdatangan, krisis masih jauh dari selesai, kata Newsom.

"Ada cahaya di ujung terowongan, tapi kami masih ada di dalam terowongan. Itu berarti kita mengalami momen paling mendesak sejak awal pandemi ini," katanya pada konferensi pers, Selasa.

Newsom mendesak orang-orang di seluruh negara bagian untuk memakai masker, menjaga jarak dari orang lain dan mengambil langkah lain untuk memperlambat penyebaran virus Corona.

"Saya ingin mengingatkan orang-orang: Ini bukan flu, ini bukan sesuatu yang bisa dianggap remeh. Ini adalah penyakit mematikan, pandemi mematikan dan kita berada di tengah-tengahnya sekarang," tambahnya.

Sebagian besar negara bagian berada di bawah perintah tinggal di rumah. Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit karena COVID-19 di California naik dari sekitar 8.500 pada 1 Desember menjadi sekitar 14.200 pada hari Senin.

"Kapasitas unit perawatan intensif negara bagian rata-rata sekitar 5,7 persen di seluruh negara bagian," kata Newsom. Kapasitas terendah ada di California Selatan dan San Joaquin Valley.

Menurut data departemen kesehatan negara bagian, California mencatat lebih dari 21.000 kematian akibat COVID-19. Jumlah rata-rata kematian akibat penyakit di negara bagian itu 163 per hari pada Senin lalu.

Perkiraan ansambel nasional ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit memperkirakan jumlah kematian COVID-19 dapat melebihi 362.000 pada 2 Januari.

Lebih dari 16,7 juta kasus kasus baru telah dilaporkan di Amerika Serikat pada Selasa malam, dan lebih dari 304.000 orang telah meninggal akibat COVID-19, menurut hitungan laporan NBC News.



Simak Video "CDC China: Peningkatan Kasus Corona Tak Hanya Gegara Mutasi Virus"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)