Senin, 21 Des 2020 14:33 WIB

Pasar Seafood Dikaitkan dengan Ledakan Kasus COVID-19 di Thailand

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Tempat kulineran seafood di pasar modern Foto: iStock
Jakarta -

Setelah berbulan-bulan tak mengalami lonjakan kasus, Thailand saat ini telah dilanda wabah COVID-19 terparah. Puluhan ribu orang sedang diuji setelah ratusan kasus terkait dengan pasar seafood atau makanan laut terbesarnya.

Akibat kasus tersebut, wilayah Samut Sakhon, provinsi pesisir dekat ibu kota Bangkok, lockdown untuk menghindari penyebaran COVID-19 yang lebih masif. Para pekerja di sana telah diperintahkan untuk tetap di rumah.

Thailand selama ini menjadi negara dengan kasus Corona yang relatif rendah dengan lebih dari 4.000 kasus dan 60 kematian.

Bagaimana lonjakan kasus ini berawal?

Pada Kamis (17/12) lalu, seorang penjual udang di pasar seafood Mahachai yang berusia 67 tahun dinyatakan positif COVID-19.

Empat kasus dilaporkan keesokan harinya dan pada hari Minggu (20/12) jumlah itu melonjak menjadi 689 kasus, kata kementerian kesehatan masyarakat.

Ia menambahkan bahwa wanita itu tidak memiliki riwayat meninggalkan negara itu dan pihak berwenang sedang mencari sumber infeksi.

Menurut kantor berita AFP, seiring dengan peningkatan pengujian, pekerja Myanmar yang tinggal di sekitar pasar telah diperintahkan untuk tidak meninggalkan tempat tinggal mereka,

"Kami mengunci dan melarang mereka pindah," kata Sekretaris Kementerian Kesehatan Thailand Kietphgum Wongit.

Dilaporkan Reuters, pejabat kesehatan mengatakan sebagian besar kasus yang diidentifikasi sejauh ini tidak menunjukkan gejala.

Wilayah Samut Sakhon akan tetap dikunci dan jam malam diberlakukan sampai 3 Januari mendatang.



Simak Video "WHO Jelaskan Alasan Kasus Baru COVID-19 Dunia Naik Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)