Senin, 21 Des 2020 10:35 WIB

Sudah Serius, Mutasi Corona di Inggris Disebut Mulai di Luar Kendali

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Sudah serius, mutasi Corona di Inggris disebut di luar kendali. (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan pada Minggu (20/12) bahwa pemerintah telah memberlakukan lockdown atau penguncian yang ketat di masa Natal dan tahun baru di London dan Inggris tenggara karena jenis baru virus Corona sudah "di luar kendali".

"Kami bertindak sangat cepat dan tegas. Sayangnya strain baru ini di luar kendali. Kami harus mengendalikannya," tutur Hancock kepada Sky News dikutip dari Medical Xpres, Senin (21/12/2020).

Sekitar 16,4 juta orang memasuki langkah-langkah lockdown "tingkat empat" paling ketat sejak Minggu, atau 31 persen dari populasi Inggris.

Mereka yang berada di wilayh ini tidak diizinkan mengadakan pertemuan keluarga untuk Natal, sementara di negara lain sejumlah rumah tangga diizinkan untuk berbaur hanya pada Hari Natal.

Hancock mengatakan situasinya "sangat serius".

"Akan sangat sulit untuk mengendalikannya sampai kami mendapatkan vaksinnya. Inilah yang kita hadapi selama beberapa bulan mendatang," katanya menambahkan.

Walikota London, Sadiq Khan, mengatakan kepada Sky News bahwa London sekarang memiliki jumlah pasien rawat inap yang sama seperti selama puncak gelombang pertama pada bulan April. Kasus juga meningkat pesat di antara mereka yang berusia 10 hingga 19 tahun, katanya.

Sebelumnya, otoritas penasihat kesehatan Pemerintah Inggris menyebut varian mutasi baru virus penyebab COVID-19 yang menyebar di negara itu memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi. Meski demikian belum ditemukan bukti yang menunjukkan varian mutasi ini lebih mematikan atau mempengaruhi vaksin.

"Kami telah memperingatkan Organisasi Kesehatan Dunia dan terus menganalisis data yang tersedia untuk meningkatkan pemahaman kami," tutur Kepala Petugas Medis Inggris, Chris Whitty melalui sebuah pernyataan dikutip dari Associated Press.



Simak Video "WHO Tak Henti Keluarkan Peringatan soal Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)
DRooftalk
×
Lebaran Dilarang Mudik
Lebaran Dilarang Mudik Selengkapnya