Senin, 21 Des 2020 05:50 WIB

Hobi Gowes Bareng Tanpa Masker, Lalu Bingung Kena Corona dari Mana? Hmm...

Zintan Prihatini - detikHealth
Sejumlah pesepeda bergerombol di Jalan Jend. Sudirman, Jakarta, Minggu (18/10/2020). Bersepeda kini menjadi olahraga dan juga aktifitas pilihan banyak warga DKI Jakarta untuk sekaligus melepas rasa penat saat pemberlakuan PSBB Transisi. Kegiatan olahraga bersama kerap mengabaikan protokol pencegahan COVID-19 (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Siapapun bisa kena virus Corona COVID-19, termasuk yang rajin olahraga. Please, tidak usah tanya tertular dari mana kalau masih sering kumpul-kumpul tanpa menggunakan masker dan menjaga jarak.

Sentilan ini berlaku juga bagi yang sering olahraga bareng, lalu merasa cukup bugar sehingga tidak merasa perlu menerapkan protokol kesehatan. Kan sudah olahraga, imun tubuh pasti kuat menangkal COVID-19 dong?

Praktisi kesehatan olahraga dari Prodia Health Care dr Rachmad Wishnu Hidayat, SpKO menjelaskan, olahraga memang meningkatkan imunitas tubuh. Namun perlu diingat, COVID-19 adalah penyakit baru yang belum 100 persen diketahui sifat-sifatnya.

"Gaya hidup itu tidak serta-merta menurunkan resiko penyakit sampe nol persen. Gaya hidup sehat membuat resiko kita terkena penyakit itu resiko rendah. Bukan resiko nol. kalo disebutkan resiko rendah, berarti tetap aja ada resikonya," tegas dr Wishnu kepada detikcom, Minggu (20/12/2020).

Pendapat senada juga disampaikan dr Michael Triangto, SpKO, praktisi kesehatan olahraga dari RS Mitra Keluarga Kemayoran. Menurutnya, olahraga bisa menurunkan risiko infeksi jika dilakukan dengan benar, yakni dengan intensitas tidak terlalu berat.

"Jadi kalau dia berolahraga berat, malah terbuka untuk mengalami infeksi," kata dr Michael.

Olahraga dengan intensitas berat, menurut dr Michael, juga tidak mungkin dilakukan dengan memakai masker. Otomatis, melakukan olahraga terlalu berat akan semakin meningkatkan risiko COVID-19, karena cenderung dijadikan alasan untuk tidak pakai masker meski situasi tidak 'aman'.

Apalagi, setelah olahraga lalu kumpul-kumpul untuk foto bersama. Seringkali karena merasa bugar dan sehat, lalu lupa untuk pasang masker dan jaga jarak. Foto kumpul-kumpul ala 'true normal' seolah tidak ada COVID-19 itu lalu di-posting di media sosial dan diikuti oleh para followers.

"Itu ya berisiko lah. Kan kita nggak tahu yang di sebelah-sebelah kita itu mengandung virus COVID-19 atau nggak gitu kan," tandas dr Wishnu.

Nah lho, siapa yang suka bandel?



Simak Video "Pertumbuhan Pesepeda di Masa Pandemi Bikin Komunitas Sepeda Gembira"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)