Rabu, 23 Des 2020 17:29 WIB

Indonesia Waspadai Varian Baru Corona, Cegah Warga dari Inggris

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kini, persyaratan penerbangan dari dan ke Bali semakin mudah. Mulai 5 Juli 2020 lalu, calon penumpang cukup surat keterangan bebas corona dari rapid test. Indonesia waspadai masuknya varian baru Corona dari Inggris. (Foto ilustrasi: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Menyusul negara lainnya, Jubir Satgas COVID-19 menjelaskan Indonesia ikut menerapkan pelarangan sementara keluar-masuk Inggris. Hal ini semata-mata demi mencegah penularan Corona dari varian baru yang ditemukan di Inggris.

"Telah ditemukan SARS-CoV-2 varian baru di Inggris yaitu SARS-CoV-2 VUI 202012/01 dan terjadinya peningkatan persebaran di Eropa dan Australia, sehingga diperlukan ketentuan tambahan memproteksi masyarakat Indonesia dari penularan dari luar negeri," kata Wiku dalam rilis yang diterima detikcom Rabu (23/12/2020).

Menurut Wiku, penularan Corona melalui varian ini dilaporkan semakin meningkat dan meluas. Seperti di beberapa negara Eropa dan Australia.

"Dengan situasi tersebut, WNA dari Inggris baik secara langsung maupun transit di negara asing tidak dapat memasuk wilayah Indonesia," katanya.

Lebih lanjut, warga negara asing (WNA) maupun WNI dari Eropa dan Australia, serta WNI dari Inggris yang memasuki Indonesia baik secara langsung maupun transit di negara asing, perlu menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR dari negara asal. Maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

Namun, meski nanti hasil tes negatif, Wiku menjelaskan perlu menjalani karantina selama lima hari sejak kedatangan. Tempat disediakan khusus dari pemerintah.

"WNA melakukan karantina mandiri di hotel yang telah ditentukan oleh pemerintah dengan biaya mandiri. Khusus untuk kepala perwakilan asing dan keluarga yang bertugas di Indonesia," lanjutnya.

Aturan ini tercantum dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang protokol kesehatan selama libur hari raya natal dan tahun baru 2021.

Wiku menjelaskan ketentuan ini adalah salah satu cara untuk mencegah penularan Corona semakin meningkat. Aturan tesebut berlaku sejak 19 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.

"Pada prinsipnya peraturan ini dibentuk untuk membatasi mobilitas yang dapat meningkatkan peluang penularan sekaligus tanggap terhadap fenomena mutasi virus di beberapa negara di dunia. Pada prinsipnya virus bisa mengalami mutasi pada saat replikasi dalam proses infeksi," pungkasnya.



Simak Video "Inggris Temukan Varian Baru COVID-19: VoC dan VuI"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)