Rabu, 23 Des 2020 18:02 WIB

5 Organisasi Profesi Kesehatan Tuding Eks Menkes Terawan Bohongi Jokowi

Firdaus Anwar - detikHealth
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) berbincang dengan anggota Komisi IX DPR sebelum mengikuti Rapat Dengar Pandapat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2020). RDP tersebut membahas efektivitas pengorganisasian dan penganggaran dalam penanganan COVID-19, termasuk perkembangan tentang uji vaksin untuk COVID-19. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/nz Mantan Menkes Terawan Agus Putranto dituntut lima organisasi profesi kedokteran. (Foto: ANTARAFOTO/PUSPA PERWITASARI)
Jakarta -

Sebanyak lima organisasi profesi kesehatan menduga mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah memanipulasi data terkait rekomendasi anggota Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang diangkat Presiden Joko Widodo (Jokowi). Disebutkan Terawan menentukan sendiri nama-nama yang menjadi anggota KKI.

KKI sendiri merupakan badan otonom dan non-struktural yang bertanggung jawab langsung pada presiden. Tugasnya adalah melakukan registrasi dokter, mengesahkan standar pendidikan dokter, serta melakukan pembinaan terhadap penyelenggaraan praktik kedokteran.

"Menkes seharusnya mengusulkan anggota Konsil Kedokteran Indonesia berdasarkan usulan dari organisasi dan asosiasi kedokteran Indonesia seperti yang tercantum dalam undang-undang," tulis siaran pers lima organisasi kedokteran Indonesia yang diterima detikcom pada Rabu (23/12/2020).

"Dalam kenyataannya Menteri Kesehatan mengirimkan surat pada Presiden RI dengan nama-nama yang ditentukan sendiri oleh Menteri Kesehatan yang dibuat seolah-olah mewakili organisasi kedokteran dimaksud," lanjut para organisasi.

Sebelumnya diberitakan lima organisasi profesi kesehatan melayangkan gugatan terhadap Terawan. Pihak yang menggugat adalah Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia (MKKI), Majelis Kolegium Kedokteran Gigi Indonesia (MKKGI), dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI).

Wakil Sekretaris Jenderal IDI, Ferry Rahman, menjelaskan somasi saat ini sudah berjalan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan Mahkamah Agung (MA).

"Hari ini sudah berproses di PTUN dan MA," kata Ferry pada detikcom.



Simak Video "Menkes Terawan Bicara 9 Pilar IAR Corona Indonesia di Hadapan WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)