Minggu, 27 Des 2020 12:16 WIB

Komentar Dokter Paru soal Alat Tes Corona UGM Lewat Hembusan Napas

Farah Nabila - detikHealth
Alat deteksi corona lewat embusan napas yang dikembangkan Universitas Gadjah Mada (UGM) yaitu GeNose terus berprogres. Saat ini teknologi pengendus COVID-19 telah memasuki tahap uji diagnostik. Foto: Pius Erlangga
Jakarta -

Alat pendeteksi COVID-19 besutan Universitas Gadjah Mada (UGM), GeNose, akhirnya mengantongi izin edar dan siap dipasarkan. Izin edar diberikan oleh Kementrian Kesehatan RI pada hari Kamis (24/12) lalu.

Alat deteksi COVID-19 yang disebut GeNose ini mendeteksi udara yang dihembuskan pasien COVID-19 ke dalam kantung khusus. Kemudian, kantung dihubungkan ke GeNose untuk dianalisis oleh Artificial intelligence (AI).

Menurut Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), alat ini harus disambut baik sebagai inovasi anak bangsa dalam menciptakan alat deteksi virus Corona.

"Alat ini harus disambut baik sebagai inovasi anak bangsa dalam deteksi virus corona, dengan cara sederhana dan efisien," ujar dr Agus saat dihubungi detikcom melalui pesan singkat pada Minggu, (27/12/2020).

Dalam hal efektivitas, dr Agus mengatakan metode hembusan napas untuk mendeteksi virus Corona saat ini belum menjadi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun alat deteksi COVID-19 ini tetap bisa membantu skrining.

"Keefektifannya untuk diagnosis metode hembusan udara napas saat ini belum menjadi standar WHO. Alat ini bisa membantu untuk skrining, diagnosis tentunya sesuai standar WHO tetap dengan RT PCR," ujarnya.

Jika dibandingkan dengan alat uji virus Corona lainnya seperti rapid antigen dan swab PCR, alat ini dinilai dr Agus belum bisa dikatakan sebagai alat uji yang lebih baik. Sebab, perlu adanya uji klinis untuk membandingkan dengan alat-alat uji virus Corona lainnya.

"Untuk menyatakan lebih baik dari yang lain harus uji klinis dibandingkan dengan alat-alat diagnosis lainnya seperti swab antigen maupun swabPCR," tambahnya.



Simak Video "GeNose Deteksi COVID-19 di Embusan Napas Ketiga"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)