Selasa, 29 Des 2020 16:06 WIB

Gisel Tersangka Video Syur, Kenapa Orang Suka Merekam Hubungan Seks?

Kanya Anindita - detikHealth
Gisel sambangi Polda Metro Jaya Gisel menjadi tersangka video syur (Foto: Hanif/detikHOT)
Jakarta -

Gisela Anastasia atau Gisel ditetapkan sebagai tersangka video syur, polisi menyebut GA mengakui video tersebut sebagai miliknya. Ini bukan kali pertama rekaman video intim menjadi kontroversi.

Faktanya, ada beberapa orang yang suka merekam hubungan intim mereka dengan pasangan, kebanyakan dijadikan sebagai kenangan pribadi. Handphone ditaruh tidak jauh dari jangkauan mereka kemudian merekamnya ketika berhubungan seks.

"Alasan seseorang memvideokan hubungan juga bermacam macam. Dari mulai yang hanya ingin sebagai kenangan, hingga ada motif lain seperti untuk dijual, agar viral atau ada masalah yang berkaitan dengan seksualitas," ungkap Psikolog klinis dari Pro Help Center Nuzulia Rahma Tristinarum.

Seorang pakar seks Annabelle Knight juga mengatakan, mereka yang sering merekam diri saat berhubungan seks merasa terhibur. Saat menonton rekamannya, membuat mereka ingin kembali melakukan hubungan intim karena dianggap menggairahkan.

Annabelle merekomendasikan untuk tidak mengonsumsi alkohol saat merekam diri sendiri kala berhubungan seks. Hal ini demi memastikan ia secara sadar melakukan hal tersebut.

Menurut psikolog klinis Kasandra Putranto dari Kasandra & Associate, orang yang membuat video kala berhubungan intim tidak serta merta bisa disebut mengalami gangguan psikologis.

"Kita tidak bisa serta merta meyakini bahwa perilaku membuat dan menyimpan video saat beraktivitas hubungan intim adalah merupakan gangguan psikologis karena pada dasarnya membuat video diri secara erotis ataupun saat berhubungan intim itu juga bisa terkait dengan imajinasi dan hasrat seksual seseorang," katanya.



Simak Video "Merekam Video saat Hubungan Seks, Apakah Wajar?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)