Rabu, 30 Des 2020 09:47 WIB

Merekam Momen Bercinta Tak Selalu Berarti Kelainan Seks, Ini Alasannya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Gisella Anastasia saat ditemui di Polda Metro Jaya. Gisella Anastasia. (Foto: Palevi S/detikFoto)
Jakarta -

Kasus yang menimpa artis Gisella Anastasia ramai diperbincangkan. Terlebih ketika ia mengakui keterlibatan atas skandal yang menimpanya.

Kebiasaan merekam aktivitas bercinta oleh sebagian besar orang tak lazim dilakukan, namun psikolog berujar hal ini bukan tanda seseorang mengalami kelainan.

"Orang yang membuat video diri selama berhubungan intim tidak selalu terkait dengan gangguan psikologis tertentu," kata psikolog klinis Kasandra Putranto dari Kasandra & Associate.

Merekam dan menyimpan video seks pribadi bisa jadi terkait dengan imaji dan hasrat seksual seseorang. Untuk keperluan pribadi dan selama atas persetujuan pasangan, menurutnya hal itu sah-sah saja dilakukan.

"Kita tidak bisa serta merta meyakini bahwa perilaku membuat dan menyimpan video saat beraktivitas hubungan intim adalah merupakan gangguan psikologis karena pada dasarnya membuat video diri secara erotis ataupun saat berhubungan intim itu juga bisa terkait dengan imajinasi dan hasrat seksual seseorang," lanjutnya.

Senada, pengamat seks dr Boyke Dian Nugraha, SpOG mengatakan aktivitas merekam hubungan seks atas persetujuan masing-masing pihak tidak menjadi masalah dan tak ada kaitannya dengan kelainan seksual.

Beda halnya jika mereka memang ini mempertontonkan video mereka ke khalayak umum.

"(Termasuk) paraphilia adalah suatu penyimpangan seksual kalau dia senang mempertontonkan diri berhubungan seks, lalu disebarkan, kalau dianya tahu," ujar dr Boyke.



Simak Video "Merekam Video saat Hubungan Seks, Apakah Wajar?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)