Jumat, 01 Jan 2021 17:23 WIB

Hasil Tes COVID-19 Sering Beda-beda, Idealnya Swab Hari Keberapa?

Zintan Prihatini - detikHealth
Maia Estianty saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk Maia Estianty mengalami hasil tes COVID-19 yang berbeda-beda dalam hitungan hari (Foto: Palevi S/detikHOT)
Jakarta -

Beberapa tokoh seperti Maia Estianty dan Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym mendapat hasil tes COVID-19 yang berbeda dalam waktu berdekatan. Secara teori, hal ini dipengaruhi oleh jumlah virus dan sensitivitas alat tes.

Pada beberapa kasus, tes swab baik PCR (polymerase chain reaction) maupun rapid test antigen dilakukan ketika jumlah virus di dalam tubuh masih terlalu sedikit. Hasilnya akan terbaca negatif, tetapi akan menjadi positif jika dilakukan tes ulang beberapa hari kemudian.

Jadi kapan idealnya tes swab dilakukan untuk menghindari false negative seperti itu?

Pertanyaan ini kerap muncul ketikaseseorang mengalami kontak dengan orang lain yang terkonfirmasi positif. Peneliti senior dari Johns Hopkins Center for Health Security, dr Amesh Adalja, menyarankan untuk sesegera mungkin melakukan tes jika orang tersebut mengalami gejala.

"Anda harus menjalani tes (segera) jika mengalami gejala," tegas dr Adalja.

Gejala COVID-19 beragam, dari yang ringan hingga fatal dan gejalanya akan berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa gejala umum yang biasanya muncul meliputi demam, batuk, dan sesak napas.

Namun jika tidak bergejala, maka lebih dianjurkan untuk melakukan tes sekitar 5 hari setelah kemungkinan terpapar. Pada hari pertama hingga keempat setelah terpapar, ada kemungkinan hasil tes akan negatif meski sebenarnya terinfeksi. Pada periode tersebut, dianjurkan untuk mengisolasi diri.

Dr Susan Butler-Wu dari Keck School of Medicine menjelaskan, 1-4 hari setelah paparan virus adalah fase presimptomatik. Artinya, jumlah virus mungkin masih sangat sedikit sehingga tidak terbaca saat dilakukan tes.

Namun pada hari-hari berikutnya, jumlah virus bisa meningkat dan gejala baru muncul hingga hari ke-14 setelah terpapar. Selama periode tersebut, dianjurkan untuk isolasi dan menerapkan langkah-langkah pencegahan seperti menggunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan.



Simak Video "Melihat Proses Rapid Test Antigen yang Jadi Syarat Bepergian"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)