ADVERTISEMENT

Selasa, 05 Jan 2021 14:57 WIB

Dear Pak Jokowi, Jangan Langsung Pulang Setelah Vaksin Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Presiden Jokowi menyampaikan harapannya untuk tahun 2021. Presiden Jokowi disebut jadi orang pertama yang akan mendapatkan suntikan vaksin Corona. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi orang pertama yang menerima vaksin Corona. Jokowi akan disuntik pekan depan, tepatnya 13 Januari 2021.

"Penyuntikan pertama akan dilakukan pada Rabu depan (13/1) di Jakarta oleh Bapak Presiden," ujar BGS dalam keterangan tertulis dari Puspen Kemendagri, Selasa (5/1/2021).

Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan hal itu dalam rapat koordinasi Kesiapan Vaksinasi COVID-19 dan Kesiapan Penegakan Protokol Kesehatan Tahun 2021 di kantor Kemendagri, Jakarta Pusat. Selain itu, Menkes Budi berharap vaksinasi COVID-19 tahap pertama penyuntikan pada tenaga kesehatan berjalan lancar.

Petunjuk teknis (juknis) resmi pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan RI menyebut, setelah penyuntikan vaksin tidak disarankan untuk langsung kembali beraktivitas ataupun kembali ke rumah. Dianjurkan untuk tetap di fasilitas kesehatan, selama minimal 30 menit.

"Untuk mengantisipasi terjadinya kasus KIPI yang serius maka sasaran diminta untuk tetap tinggal di tempat pelayanan vaksinasi selama 30 menit sesudah vaksinasi dan petugas harus tetap berada di tempat pelayanan minimal 30 menit setelah sasaran terakhir divaksinasi," tulis petunjuk teknis dari Kemenkes RI, dikutip Selasa (5/1/2021).

KIPI atau kejadian ikutan pasca imunisasi adalah suatu kejadian medis yang diduga berhubungan dengan vaksinasi. Misalnya, efek samping yang timbul usai pasien disuntik vaksin Corona.

Dalam juknis tersebut juga dijelaskan bahwa secara umum vaksin Corona tidak menimbulkan efek samping. Jika itu terjadi, biasanya hanya reaksi ringan di antaranya:

1. Reaksi lokal, seperti nyeri, kemerahan, bengkak pada tempat suntikan, dan reaksi lokal lain yang berat, misalnya, selulitis.

2. Reaksi sistemik, seperti demam, nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), nyeri sendi (arthralgia), badan lemas, dan sakit kepala.

3. Reaksi lain, seperti reaksi alergi, misalnya, urtikaria, reaksi anafilaksis, dan syncope (pingsan).

"Untuk reaksi ringan lokal seperti nyeri, bengkak dan kemerahan pada tempat suntikan, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vaksin untuk melakukan kompres dingin pada lokasi tersebut dan meminum obat paracetamol sesuai dosis," jelas petunjuk teknis tersebut.

Sementara untuk reaksi sistemik seperti demam dan malaise, petugas kesehatan bisa menganjurkan penerima vaksin untuk minum air lebih banyak. Selain itu, dianjurkan juga untuk menggunakan pakaian yang nyaman, kompres atau mandi air hangat, serta mengkonsumsi obat paracetamol sesuai dosis yang dibutuhkan.



Simak Video "Intip Skema Vaksinasi Booster Kedua di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT