Sabtu, 25 Des 2021 15:00 WIB

5 Hal yang Tak Boleh Dilakukan usai Menerima Vaksin COVID-19

Maulida Balqis - detikHealth
Sports woman eating salad, standing with lots of healthy fresh food on the kitchen. Concept of losing weight, sports and healthy eating 5 Hal yang tidak boleh dilakukan setelah menerima vaksin COVID-19. (Foto: Getty Images/iStockphoto/RossHelen)
Jakarta -

Pemerintah terus menggencarkan vaksinasi bagi seluruh kelompok masyarakat. Hal ini dilakukan demi mencapai herd immunity terhadap virus Corona. Meski demikian, vaksinasi nyatanya menimbulkan efek samping di sebagian orang. Untuk menghindarinya, ini beberapa hal yang tidak boleh dilakukan setelah menerima vaksin COVID-19.

Beberapa larangan ini umumnya terdiri dari makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari setelah melakukan vaksinasi. Selain itu, ada pula kegiatan yang lebih baik tidak dilakukan demi memulihkan tubuh dari efek samping vaksin COVID-19.

Berikut ini beberapa hal yang sebaiknya dihindari setelah menerima vaksin COVID-19.

1. Jangan minum alkohol

Sudah menjadi rahasia umum bahwa alkohol tidak memberikan dampak baik untuk kesehatan. Meminum alkohol setelah menerima vaksinasi hanya akan menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi. Tidak hanya itu, meminum alkohol juga dapat memengaruhi sistem imunitas dan respons vaksin.

"Kadar alkohol dalam jumlah sedikit mungkin tidak akan memberikan efek terhadap keefektifan vaksin tetapi jika dalam jumlah banyak sangat mungkin memengaruhi vaksin," kata dr Leong Moh Ying selaku direktur medis dari klinik B&Co.

Melansir laman resmi World Health Organization (WHO), meminum alkohol juga bisa menambah efek samping, mulai dari ringan hingga sedang yang dapat dialami setelah vaksinasi, seperti sakit kepala dan kelelahan. WHO juga mengatakan bahwa meminum alkohol hanya akan membuat orang menjadi kurang waspada terhadap protokol kesehatan sehingga bisa membahayakan dirinya dan orang lain.

"Harap diingat bahwa minum alkohol dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan lainnya," tulis keterangan WHO, dikutip pada Sabtu (25/12/2021).

2. Jangan merokok

WHO mengungkapkan bahwa orang yang merokok berisiko mengalami infeksi pernapasan dan meningkatkan keparahan pada penyakit pernapasan. Studi yang dilakukan oleh WHO pada tahun 2020 mencatat bahwa perokok lebih mungkin mengalami kondisi yang parah ketika terpapar COVID-19 dibandingkan mereka yang tidak merokok.

3. Hindari makan junk food

Mengonsumsi junk food juga bukan hal baik untuk tubuh. Daripada mengonsumsi makanan olahan, para ahli lebih merekomendasikan untuk mengonsumsi makanan utuh seperti kacang-kacangan, sayuran, ikan, dan buah.

4. Hindari aktivitas fisik yang berat

Hindari melakukan kegiatan fisik yang berat. Tubuh memerlukan waktu untuk bisa pulih dari efek samping vaksinasi. Sebaiknya hindari kegiatan yang membuat tubuh stres atau merasa tertekan.

5. Jangan berpikir vaksin dapat membuat kebal

Tidak ada vaksin COVID-19 yang bisa membuat kebal. Hingga saat ini belum ada penelitian yang menyatakan vaksin COVID-19 memiliki tingkat keberhasilan 100 persen. Seseorang masih sangat mungkin untuk terpapar COVID-19 setelah vaksinasi, hanya saja infeksinya akan jauh lebih ringan dibandingkan yang tidak menerima vaksinasi.

"Vaksin ini membuat daya tahan tubuh kita lebih baik, sehingga kalau kita terpapar yang harusnya sakit berat menjadi sakit ringan, yang harusnya sakit ringan menjadi sakit tanpa gejala," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin seperti dikutip pada tayangan Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (25/12/2021).



Simak Video "WHO Jelaskan Penyebab Kasus 'Florona' Bisa Terjadi"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)