Jumat, 08 Jan 2021 09:35 WIB

Dialami Vicky Prasetyo, Ini Ciri Mata Memerah dan Rasa Lemas Akibat COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Vicky Prasetyo Vicky Prasetyo positif COVID-19. (Foto: Veynindia Esaloni Pardede)
Jakarta -

Artis Vicky Prasetyo mengklaim dirinya dinyatakan positif COVID-19. Diungkapkan pengacara Ramdan Alamsyah, Vicky Prasetyo positif COVID-19 saat kondisi kurang fit.

"Tadi saya video call dengan Vicky saya tanya gimana kondisinya sebelum sidang badannya lemas," kata Ramdan Alamsyah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kawasan Ampera, Kamis (7/1/2021).

"Memang terlihat sangat lemas, tidak fit. Benar matanya merah agak berair dan mudah-mudahan segera sembuh," lanjut Ramdan Alamsyah.

Keluhan mata memerah yang dialami Vicky Prasetyo beberapa saat terinfeksi termasuk gejala COVID-19. Studi yang dimuat dalam Wiley Online Library terkait konjungtivitis dan COVID-19 menunjukkan beberapa pasien Corona mengalami gejala ini.

"Studi terbaru menunjukkan bahwa konjungtivitis bisa menjadi manifestasi dari COVID-19," ungkap studi tersebut.

"Karena mata dapat dianggap sebagai portal masuk potensial langsung untuk virus, maka menarik untuk menganalisis hubungan antara konjungtivitis dan tingkat keparahan COVID-19," lanjut para peneliti.

Mengapa pasien COVID-19 bisa mengalami mata memerah?

Mata memerah yang muncul pada pasien Corona berkaitan dengan konjungtivitis, sehingga muncul mata memerah dan terasa terbakar. Selain mata memerah, keluarnya cairan di daerah mata juga bisa muncul saat pasien Corona alami konjungtivitis.

"Sebagai kesimpulan, hasil meta-analisis ini menunjukkan bahwa konjungtivitis mungkin merupakan tanda infeksi virus Corona yang terkait dengan bentuk penyakit yang lebih parah," jelas peneliti.

Berikut tanda gejala COVID-19 yang berkaitan dengan konjungtivitis dilihat dari mata.

  • Mata merah
  • Perasaan terbakar atau berpasir
  • Keluarnya cairan dari satu atau kedua mata
  • Nanah yang menempel di bulu mata
  • Rasa gatal dan kemerahan.

Rasa lemas akibat COVID-19

Berbeda dengan mata memerah, rasa lemas akibat COVID-19 sangat umum ditemui pada pasien Corona. Berdasarkan studi yang dimuat di JAMA (Journal of the American Medical Association), kelelahan adalah salah satu efek yang bertahan lama saat seseorang terinfeksi virus Corona COVID-19.

Ada 53 persen pasien Corona yang mengalami lemas atau kelelahan selama 60 hari usai pertama kali mengalami gejala COVID-19. Begitu pula dengan data dalam laman resmi covid19.go.id, ada 26,9 persen yang mengalami gejala COVID-19 merasa lemas.



Simak Video "Hati-hati dengan Badai Sitokin "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)