Sabtu, 09 Jan 2021 06:20 WIB

Round Up

Fakta-fakta di Balik Hoax Vaksin COVID-19 Memperbesar Penis

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Diet, fitness and health concept presented by yellow banana wrapped in measure tape isolated on yellow paper background Informasi bahwa vaksin COVID-19 bisa memperbesar penis adalah hoax (Foto: iStock)
Jakarta -

Baru-baru ini, ada informasi viral yang menyebut vaksin COVID-19 memberikan efek samping berupa penis yang membesar 3 inci atau hampir 8 cm. Ada banyak versi, tetapi dipastikan semuanya hoax.

Salah satu versi yang beredar di media sosial juga dilengkapi potongan koran yang memang menyinggung informasi tersebut. Disebutkan, informasi tersebut termuat dalam sebuah jurnal berbahasa inggris.

"Dalam sebuah jurnal terbitan Inggris misalnya, vaksin Sinovac disebutkan memberi efek samping pembesaran alat kelamin. Lelaki yang sudah disuntik vaksin buatan China tersebut disebutkan alat vitalnya memanjang sampai 3 inchi," demikian kutipannya.

Versi lain menggunakan gambar yang seolah-olah merupakan tangkapan layar dari tayangan breaking news sebuah acara televisi. Ada juga yang mencatut media mainstream seperti CNN.com.

hoax vaksin sinovacSalah satu versi hoax vaksin Sinovac Foto: Tangkapan Layar

Beberapa fakta yang terangkum seputar hoax tersebut adalah sebagai berikut.

1. Dibantah BPOM

Mengenai kutipan jurnal ilmiah yang disertakan di beberapa versi hoax, berbagai penelusuran memastikan bahwa penelitian tersebut tidak pernah ada. Kutipan tersebut cuma editan. Ini dipertegas juga oleh Jubir vaksinasi COVID-19 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Lucia Rizka Andalusia.

"Hoax lah.. mana ada jurnal ilmiah pakai bahasa seperti itu. Lagian vaksin kita kan bukan rekombinan," katanya saat dihubungi detikcom, Kamis (7/1/2021).

2. Bersumber artikel palsu

Hoax serupa juga mencatut nama media CNN.com, dengan melampirkan gambar seolah-olah tangkapan layar berisi artikel dengan judul "Doctors encourage covid-19 vaccine injections in penis". Penelusuran index memastikan bahwa artikel tersebut tidak pernah ada.

3. Hoax dibuat dengan aplikasi online

Untuk versi beraking news, tampilan hoax yang beredar mirip seperti yang didapat dari aplikasi online. Dengan aplikasi tersebut, pengguna bisa membuat sendiri gambar yang seolah-olah hasil tangkapan layar dari tayangan breaking news, dengan gambar dan keterangan yang bisa dibuat sendiri.

Pengguna tinggi mengunggah gambar ilustrasi yang dikehendaki, lalu mengisi kolom "headline" dan "ticker". Dalam keterangannya, aplikasi tersebut ditujukan hanya untuk lucu-lucuan dan parodi, dan pengguna diingatkan untuk hati-hati karena breaking news palsu itu bisa saja menyebar atau dibagi-bagikan.



Simak Video "WHO Tak Rekomendasikan Paspor Vaksin Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)