Senin, 11 Jan 2021 13:40 WIB

Agar RS-Nakes Tak Kolaps, Menkes Minta OTG COVID-19 Isolasi Mandiri

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pemerintah Desa Merdikorejo, Tempel, Sleman, Yogyakarta, menyiapkan tempat isolasi untuk pasien COVID-19. Dua psien tengah diisolasi di sini. Ilustrasi virus Corona COVID-19 (Foto: PIUS ERLANGGA)
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan data terkini kasus aktif COVID-19. Saat ini tercatat ada lebih dari 120 ribu kasus aktif COVID-19.

Konsekuensi dari hal ini adalah penambahan pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit. Saat ini Menkes mengatakan menyiapkan tambahan tempat tidur bagi pasien COVID-19.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat yang positif COVID-19 tapi tak mengalami gejala untuk menjalani isolasi mandiri. Hal ini bertujuan untuk mengurangi beban nakes di rumah sakit.

"Terkait dengan pasca liburan, bapak ibu, RS pasti akan penuh karena kasus aktifnya naik. kita mesti memperhatikan, mendengarkan, kondisi nakes kita. Mereka sudah sangat underpressured, tolong kalau misal bapak ibu tidak demam dan tidak sesak napas, itu masih bisa dilakukan isolasi mandiri," kata Menkes dalam konferensi pers daring, Senin (11/1/2021).

Hingga Senin (11/1) siang ada 122.873 kasus aktif COVID-19 di Indonesia. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit sembilan provinsi sudah mencapai lebih dari 70 persen.

Bagi mereka yang tak punya fasilitas cukup untuk isolasi mandiri di rumah, Menkes telah mengimbau Gubernur dan kepala daerah untuk menyiapkan tempat khusus seperti di Wisma Atlet, Wisma Haji, asrama, hingga hotel.

"Nanti kami bikin mekanismenya di mana tetap dimonitor oleh dokter baik di telepon langsung atau telemedicine. Itu untuk mengurangi beban rumah sakit, biarkan saudara-saudara kita yang berat yang dirawat di sana," pungkasnya.



Simak Video "Menkes Sebut Indonesia Salah Lakukan Testing COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)