Kamis, 14 Jan 2021 05:41 WIB

Alasan Sleman Pilih dr Tirta Jadi Penerima Vaksin COVID-19 Pertama

Zintan Prihatini - detikHealth
dr Tirta Mandira Hudhi dr Tirta Mandira Hudhi (Foto: Ayunda Septiani/detikHealth)
Sleman -

Dalam daftar yang sempat beredar, nama influencer Tirta Mandira Hudhi atau dr Tirta termasuk salah satu penerima vaksin di istana. Namun ia memilih menerima vaksin di Sleman. Kenapa?

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengungkap alasan dr Tirta divaksin di Sleman. Dikatakan, dr Tirta menjadi salah satu dari 10 penerima vaksin COVID-19 perdana di kabupaten tersebut.

"Kami sudah mendata 10 orang pertama, di antaranya bupati, Forkompinda dan influencer dr Tirta. dr Tirta ini viral di mana-mana pendapatnya banyak termasuk vaksin," kata Joko kepada wartawan, Rabu (13/1/2021).

"Ini banyak dibaca orang jadi kita pilih dan setelah kita hubungi welcome. Ya ini untuk meyakinkan masyarakat juga," lanjutnya.

Joko menjelaskan bahwa proses vaksinasi COVID-19 tersebut bakal dilakukan di Puskesmas 2 Ngemplak, Kabupaten Sleman. Ia pun menambahkan wilayah Kabupaten Sleman mendapatkan 12.342 dosis vaksin pada tahap I, yang mulai didistribusikan dari Dinas Kesehatan DIY ke Gudang Farmasi Sleman saat H-1.

Sementara itu, merujuk dari arahan yang diberikan pemerintah pusat, tahap pertama prioritas vaksin meliputi sumber daya manusia tenaga kesehatan (nakes) baik dokter, perawat, bidang tenaga administrasi, sopir, tenaga kebersihan, serta tenaga pendukung lainnya.

"Untuk nakes, rencananya akan diberikan vaksin Senin (18/1). Jumlah nakesnya ada 14.500 sisanya dibagi pada tahap selanjutnya," ujar Joko.

Pada Rabu, (13/1) Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi orang pertama di Indonesia yang divaksinasi COVID-19. Sejumlah influencer pun mengikuti penyuntikan perdana tersebut, Raffi Ahmad adalah salah satunya.

Nama dr Tirta sendiri sempat ada dalam daftar yang beredar. Tetapi, pada saat proses vaksinasi yang disiarkan secara live streaming melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, dr Tirta tak tampak menghadiri proses vaksinasi di Istana Merdeka itu.

"Saya 14 Januari (vaksinasi). Nggak mau di Istana. Masih banyak yang lebih pantas di sana," tutur dr Tirta saat dihubungi detikcom, Rabu (13/1).

"Saya memilih vaksin di daerah Sleman. Karena saya relawan lapangan," pungkasnya.



Simak Video "Alasan WHO Akhirnya Luluh soal Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)