Jumat, 15 Jan 2021 14:05 WIB

Sempat Terinfeksi COVID-19 Awal 2020? Waspada Kemungkinan Terinfeksi Lagi

Firdaus Anwar - detikHealth
Tes serologi merupakan pemeriksaan untuk mengetahui antibodi dalam darah. Tes ini diketahui dapat menjadi acuan untuk deteksi awal indikasi infeksi virus Corona Antibodi terhadap COVID-19 dapat diketahui lewat tes serologi. (Foto ilustrasi: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Orang-orang yang berhasil sembuh dari infeksi COVID-19 kemungkinan besar akan memiliki kekebalan alami. Hanya saja menurut peneliti antibodi ini tidak bersifat permanen dan bisa saja orang tersebut kembali terinfeksi, membawa virus di dalam tubuhnya.

Temuan awal oleh peneliti dari Public Health England (PHE) menyebut rata-rata kekebalan tubuh alami ini bertahan minimal sampai lima bulan. Ini artinya orang-orang yang terinfeksi di awal tahun 2020 bisa jadi sekarang sudah kembali rentan.

"Bila Anda yakin sudah pernah terinfeksi dan terlindungi, memang kecil kemungkinan Anda akan mengalami gejala parah. Tapi masih ada risiko Anda kembali terinfeksi dan menularkannya ke orang lain," kata salah satu peneliti, Susan Hopkins, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (15/1/2021).

Diketahui dari 6.614 partisipan studi yang pernah terinfeksi dan memiliki antibodi terhadap COVID-19, sebanyak 44 di antaranya dilaporkan mengalami reinfeksi atau infeksi ulang. Ini melambangkan ada tingkat proteksi sebanyak 83 persen.

PHE menyatakan belum mengetahui pasti reaksi antibodi atau respons imun lainnya yang dihasilkan dari proses vaksinasi. Perlu dilakukan studi terpisah.



Simak Video "Cerita Warga yang Kesulitan Dapatkan Vaksin Dosis Kedua"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)