Sabtu, 16 Jan 2021 05:53 WIB

Siap Divaksin Tapi Fobia Jarum Suntik? Kenali Fakta-fakta Trypanophobia

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Proses vaksinasi COVID-19 digelar di Puskesmas Kebayoran Lama, Jakarta. Para tenaga kesehatan mendapat suntikan vaksin COVID-19 dosis pertama. Trypanophobia atau fobia jarum suntik bikin deg-degan saat mau divaksin COVID-19 (Foto: Ari Saputra)
Topik Hangat Siap Divaksin!
Jakarta -

Program vaksinasi COVID-19 sudah mulai dilaksanakan di Indonesia. Di saat banyak orang begitu antisias menyatakan 'siap divaksin', ada juga yang cemas karena fobia jarum suntik atau dikenal sebagai trypanophobia.

Suka atau tidak suka, vaksin dimasukkan ke dalam tubuh dengan injeksi atau suntikan di lengan atas. Bagi pengidap fobia jarum suntik, ini bukan hal yang mudah untuk dihadapi.

Apa sih penyebab fobia jarum suntik?

Menurut psikiater dari RSUD Kembangan, Jakarta Barat, dr Prianto Djatmiko, SpKJ, fobia jarum bisa disebabkan oleh trauma masa kecil. Misalnya, sering ditakut-takuti dengan jarum suntik.

"Sering ditakut-takuti, misalnya, kalau nakal nanti disuntik ya. Jadi itu kebawa, tapi bisa diatasi, bisa diterapi, dikurangi intensitas ketakutannya," kata dr Prianto saat dihubungi detikcom, Jumat (15/1/2021).

dr Prianto juga menjelaskan, fobia jarum merupakan bukan suatu kondisi gangguan jiwa yang berat, sehingga dapat diobati dan tidak perlu khawatir. Selain itu, tidak serta-merta orang yang takut pada sesuatu, misalnya, pada jarum bisa disebut sebagai fobia.

"Kalau dihubungkan dengan masalah kejiwaan harus dibuktikan melalui pemeriksaan, nggak bisa diklaim begitu saja untuk memastikan itu suatu bentuk fobia atau bukan," jelasnya.

"Kalau hanya sekadar upaya karena ketakutan atau kekhawatiran yang lain jelas beda. Itu sebenarnya bukan masalah besar, itu kecemasan yang bisa diatasi, dengan relaksasi, dengan pendekatan-pendekatan terapi, jadi bisa di handle," tambahnya.

Separah apa dampak fobia jarum suntik?

Menurut dr Prianto, tingkat fobia pada seseorang bisa dilihat dari reaksi yang ditimbulkan ketika mereka melihat benda yang ditakuti. Contohnya, pada kasus yang berat gejalanya bisa sampai pingsan.

"Kalau yang berat itu biasanya mereka sampai menimbulkan kondisi-kondisi fisik tertentu, misalnya, dia sampai berdebar-debar, berkeringat, bahkan pingsan atau sampai histeris," ujarnya.

Meski begitu, dr Prianto menegaskan, fobia jarum bukanlah suatu kondisi gangguan jiwa yang berat dan tetap bisa diatasi, sehingga pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bisa tetap berjalan dengan baik.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)
Topik Hangat Siap Divaksin!