Jumat, 22 Jan 2021 10:02 WIB

Ada Kasus Reinfeksi, IDI Berharap Nakes Penyintas COVID-19 Bisa Dapat Vaksin

Firdaus Anwar - detikHealth
Para tenaga kesehatan dengan baju hazmat dan peralatan lengkap membawa pasien menggunakan mobil ambulans ke Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 (RSDP) Wisma Atlet, Jakarta, Sabtu (9/1/2021). IDI berharap tenaga kesehatan yang pernah positif COVID-19 tetap mendapat vaksin. (Foto ilustrasi: Ari Saputra)
Jakarta -

Penyintas COVID-19 saat ini tidak menjadi prioritas program vaksinasi di Indonesia. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) berharap kebijakan ini dapat diubah, khususnya untuk para tenaga kesehatan.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Slamet Budiarto, mengatakan tenaga kesehatan yang jadi penyintas COVID-19 saat ini belum benar-benar terlindungi. Alasannya karena imunitas alami yang dimiliki penyintas tidak bersifat permanen dan pada akhirnya bisa kembali terinfeksi (reinfeksi).

"Tenaga kesehatan penyintas COVID-19 lebih dari tiga bulan banyak yang terinfeksi lagi. Sehingga kebijakan pemerintah harus dikaji ulang untuk kriteria vaksin, khususnya untuk penyintas yang sudah lebih dari tiga bulan," kata Slamet pada detikcom, Jumat (22/1/2021).

Data seberapa banyak tenaga kesehatan yang berstatus penyintas COVID-19 dan mengalami reinfeksi belum diketahui secara pasti. Hanya saja Slamet mengklaim kasus seperti ini bisa ditemukan di setiap rumah sakit (RS).

"Setiap RS banyak nakesnya yang reinfeksi. Kalau tenaga kesehatan penyintas terinfeksi lagi maka bisa menulari keluarganya," ungkap Slamet.

Sebelumnya Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut belum ada rencana memberikan vaksin untuk orang-orang yang sudah pernah terinfeksi COVID-19. Alasannya mereka yang sudah pernah terinfeksi seharusnya memiliki imunitas.

"Memang penyintas COVID-19 sampai sekarang tidak kami masukkan sebagai target vaksinasi karena mereka masih memiliki imunitas... Tidak dimasukkan ke prioritas vaksinasi saat ini," kata Menkes Budi dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI beberapa waktu lalu.



Simak Video "Selain Penyintas COVID-19, Perawat dan Jurnalis Juga Rentan PTSD"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)