Rabu, 27 Jan 2021 15:40 WIB

Selain Virus Nipah, Ini Sederet Penyakit yang Dikhawatirkan Jadi Pandemi Baru

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Wabah Virus Nipah di India Virus Nipah dikhawatirkan akan menjadi pandemi baru oleh para ilmuwan. (Foto ilustrasi: DW (News))
Topik Hangat Ancaman Virus Nipah
Jakarta -

Pandemi COVID-19 belum usai, namun kini muncul sejumlah penyakit yang dikhawatirkan oleh para ilmuwan bisa menjadi pandemi berikutnya. Salah satunya adalah virus Nipah, yang berasal dari kelelawar.

Virus ini pertama kali merebak di Malaysia pada tahun 1998, di Kampung Sungai Nipah. Dilaporkan, virus ini memiliki tingkat kematian yang tinggi dan sempat menyebar ke India hingga Singapura.

Terkait hal ini, Kementerian Kesehatan RI pun ikut mewaspadai potensi virus Nipah menjadi pandemi baru. Pasalnya, angka kematian virus Nipah disebut sangat tinggi, yakni berkisar 40 hingga 75 persen.

"Indonesia harus selalu waspada terhadap potensi penularan virus nipah dari hewan ternak babi di Malaysia melalui kelelawar pemakan buah," jelas Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Didik Budijanto, dikutip dari CNN Indonesia.

"Karena dari beberapa hasil penelitian menunjukkan adanya kelelawar buah bergerak secara teratur dari Semenanjung Malaysia ke Pulau Sumatera khususnya Sumatera Utara yang dekat dengan Malaysia," sebutnya.

Selain virus Nipah, sebelumnya juga ada sejumlah penyakit yang dikhawatirkan menjadi pandemi baru setelah COVID-19. Dirangkum detikcom, berikut sederet penyakit yang disebut berpotensi jadi pandemi baru.

1. Virus flu babi G4

Beberapa waktu lalu dunia sempat dihebohkan dengan munculnya virus flu babi G4 di China. Virus ini masih berkerabat dengan H1N1 yang pernah mewabah pada tahun 2009.

Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa virus G4 bukanlah virus baru dan sedang dalam pengawasan ketat.

"Saya pikir, penting untuk meyakinkan orang bahwa ini bukan virus baru, ini adalah virus yang sedang diawasi," kata Dr Michael Ryan, direktur eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, pada konferensi pers.

"Ini adalah temuan dari pengawasan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun," lanjutnya.

Virus ini telah diteliti sejak tahun 2011 oleh para ilmuwan dari China Agricultural University (CAU). Mereka menganalisis hampir 30 ribu swab hidung yang diambil dari babi di rumah pemotongan.

Dari pemeriksaan tersebut, para ilmuwan berhasil mengisolasi 179 virus flu babi. Mayoritas di antaranya adalah virus G4 atau salah satu dari 5 strain G lainnya.

"Virus G4 menunjukkan peningkatan tajam sejak 2016 dan merupakan genotip predominan yang beredar pada babi yang terdeteksi di sedikitnya 10 provinsi," tulis para ilmuwan dalam laporannya di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, dikutip dari Sciencemag.

Gejala infeksi virus G4

Para peneliti mengatakan bahwa orang yang terinfeksi virus G4 akan mengalami gejala, seperti bersin, mengi, batuk, dan penurunan berat badan maksimal antara 7,3 persen hingga 9,8 persen dari massa tubuh.

Selain itu, Mayo Clinic juga melaporkan ciri-ciri infeksi flu babi lainnya pada tubuh manusia, di antaranya adalah demam (tidak selalu), panas dingin, sakit tenggorokan, hidung meler, mata berair atau merah, sakit kepala, pegal-pegal, kelelahan, diare hingga mual dan muntah.

Selanjutnya, ada Disease X yang juga dikhawatirkan menjadi pandemi baru oleh para ilmuwan. Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Ahli: Pandemi Ini Sudah Terkendali, Tapi yang Mengendalikan Virus"
[Gambas:Video 20detik]
Topik Hangat Ancaman Virus Nipah