Senin, 01 Feb 2021 10:53 WIB

Fakta-fakta Vaksin AstraZeneca yang Bakal Masuk Indonesia Q-1 2021

Khadijah Nur Azizah, Ayunda Septiani - detikHealth
Jurnal Medis Lancet: Vaksin AstraZeneca Tunjukkan Hasil Menjanjikan Foto ilustrasi vaksin COVID-19 AstraZeneca. (Foto ilustrasi: DW (News))
Jakarta -

Pemerintah Indonesia dalam kerjasama multilateral dengan GAVI Covax Facility oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berhasil mengamankan puluhan juta dosis vaksin COVID-19 yang dikembangkan AstraZeneca.

Sebanyak 13,7 juta-23 juta dosis vaksin akan diterima Indonesia dengan rincian kuartal I, sebanyak 25-35 persen, dan kuartal II sebanyak 65-75 persen dari alokasi tahap awal. Vaksin AstraZeneca yang dikembangkan dengan platform vektor adenovirus ini dapat digunakan untuk memvaksinasi lansia dengan usia 60 tahun ke atas.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa fakta vaksin COVID-19

1. Menggunakan platform Adenovirus

Vaksin AstraZeneca-Oxford dengan nama AZD1222 dikembangkan dengan platform adenovirus simpanse. Ini berarti bahwa tim pengembang vaksin mengambil virus yang biasanya menginfeksi simpanse, dan dimodifikasi secara genetik untuk menghindari kemungkinan konsekuensi penyakit pada manusia.

Virus yang dimodifikasi ini membawa sebagian materi dari virus Corona yang disebut protein spike, bagian menonjol seperti paku yang ada di permukaan virus corona SARS-CoV-2.

Saat vaksin dikirim ke sel manusia, ini memicu respons kekebalan terhadap protein spike, menghasilkan antibodi dan sel memori yang akan mampu mengenali virus penyebab Covid-19.

Vaksin vektor adenovirus telah dikembangkan sejak lama, khususnya untuk melawan malaria, HIV (Human Immunodificiency Virus), dan Ebola.

2. Efikasi

Dari situs penelitian ilmiah Lancet, dilaporkan efikasi dari Astrazeneca mencapai 70 persen. Angka ini didapatkan dari analisis interim hasil uji klinis tahap tiga di Brasil dan Inggris.

Angka efikasi tersebut didapat dari penggabungan data kelompok orang yang divaksinasi dengan dosis tepat, dan dosis yang keliru. Jika hanya menggunakan data kelompok dosis yang tepat, ditemukan efikasi sebesar 64 persen.

Meski lebih rendah, vaksin Astrazeneca telah mencapai standar efikasi minimal vaksin COVID-19 yaitu 50 persen. Vaksin AstraZeneca juga tidak perlu disimpan dalam suhu -80 derajat seperti vaksin Covid-19 Pfizer.

3. Bisa untuk lansia

Dalam uji klinis, AstraZeneca juga melibatkan lansia yang berusia 60 tahun ke atas. Dalam publikasi data interim di laman The Lancet, usia lansia menunjukkan tanggapan kekebalan setelah diberikan dosis kedua vaksin.

"Vaksin AstraZeneca adalah salah satu vaksin yang dapat digunakan pada usia 60 tahun ke atas yang kita ketahui dimana kelompok ini memiliki angka kematian tertinggi," kata juru bicara Vaksin COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmidzi.

4. Harga

Berbagai sumber memprediksi jika vaksin COVID-19 AstraZeneca-Oxford dijual dengan harga sekitar US$3-US$5.25 atau sekitar Rp 42 ribu-70 ribu per dosis.

5. Suhu penyimpanan

Vaksin harus disimpan dalam tempat penyimpanan khusus yang bersuhu rendah agar tidak mudah rusak. Vaksin COVID-19 Oxford-AstraZeneca jadi yang paling mudah karena disebut bisa disimpan pada suhu lemari es atau pendingin reguler dengan suhu 2-7 derajat celcius.

6. Skema pengadaan di Indonesia

Dikirim dalam dua tahap, pengadaan vaksin melalui skema GAVI bersifat gratis demi pemerataan akses negara miskin dan berkembang untuk memperoleh vaksin COVID-19.

Vaksin AstraZeneca harus mendapatkan Emergency Use of Authorization (EUA) dari Badan POM sebelum dapat digunakan di Indonesia.



Simak Video "Hasil Memuaskan Mix Vaksin Sinovac-AstraZeneca yang Diuji Thailand"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/up)