Senin, 01 Feb 2021 10:02 WIB

Digunakan di China, Anal Swab Lebih Baik untuk Deteksi COVID-19?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Beautiful girl is having severe stomach pain while traveling. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Setelah transmisi lokal COVID-19 dilaporkan di beberapa wilayah China, termasuk Beijing, pihak berwenang mulai menggunakan anal swab sebagai cara mendeteksi Corona.

Beberapa ahli di China mengatakan metode anal swab adalah cara yang lebih akurat untuk menguji COVID-19 karena jejak virus lebih lama berada di anus daripada di saluran pernapasan.

Li Tongzeng, seorang dokter senior dari rumah sakit Beiking's Youan, mengatakan pada media lokal CCTV bahwa swab anal dapat meningkatkan tingkat deteksi orang yang terinfeksi.

"Kami menemukan bahwa beberapa pasien tanpa gejala cenderung pulih dengan cepat. Kemungkinan tidak ada jejak virus di tenggorokan mereka setelah tiga hingga lima hari," kata Tongzeng.

"Tetapi virus bertahan lebih lama dari sampel yang diambil dari saluran pencernaan dan kotoran pasien, dibandingkan dengan yang diambil dari saluran pernapasan. Jika kita melakukan usapan anal untuk pengujian asam nukleat, itu akan meningkatkan tingkat deteksi pasien dan menurunkan kemungkinannya dari diagnosis yang terlewat," lanjutnya.

Dikutip dari laman Health, swab anal sebenarnya telah digunakan di China untuk mendeteksi jejak COVID-19 tahun lalu, terutama pada kelompok rentan di karantina. Namun teknik ini disebut tidak akan digunakan secara massal, sesederhana karena tekniknya 'tak nyaman'.

Penggunaan usap anal untuk mendeteksi COVID-19 masih tetap kontroversial. Yang Zhanqiu, wakil direktur departemen biologi patogen di Universitas Wuhan, mengatakan kepada Global Times bahwa swab hidung dan tenggorokan tetap menjadi tes yang paling efisien, karena virus terbukti berada di saluran pernapasan bagian atas, bukan sistem pencernaan.

Tetapi ada beberapa penelitian yang mendukung swab anal untuk COVID-19, setidaknya pada anak-anak. Sebuah makalah yang diterbitkan pada September 2020 oleh para peneliti di Chinese University of Hong Kong (CUHK) menemukan bahwa anal swab mungkin lebih efektif daripada tes pernapasan dalam mengidentifikasi infeksi COVID-19 pada anak-anak dan bayi karena mereka membawa viral load yang lebih tinggi di tinja mereka daripada orang dewasa.



Simak Video "Jepang Minta China Hentikan Tes Swab Anal Covid-19 Warganya"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)