Selasa, 02 Feb 2021 06:24 WIB

Ogah Kalau Harus Anal Swab, Netizen China Pilih Tak Mudik Saat Imlek

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Toilet Anal swab test jadi salah satu pilihan metode untuk mendeteksi COVID-19 (Foto: iStock)
Topik Hangat Anal Swab COVID-19
Jakarta -

Pandemi COVID-19 membuat banyak warga China memilih diam di rumah saat liburan tahun baru Imlek. Terlebih, setelah otoritas setempat memperkenalkan anal swab sebagai pilihan metode mendeteksi virus Corona.

Sebuah jajak pendapat di Weibo, salah satu platform media sosial terpopuler di China, menunjukkan 80 persen netizen tidak bisa menerima anal swab sebagai metode tes Corona. Mereka memilih tidak liburan daripada harus menjalani tes tersebut.

"Semua orang yang terlibat akan merasa malu,"kata seorang pengguna Weibom dikutip dari Taiwanenglishnews.

"Tidak bahaya sih, tapi ini sangat melecehkan," tulis pengguna yang lain, seperti dilaporkan News Talk.

"Setelah melihat poster resmi, saya pilih tidak pulang kampung untuk tahun baru," tulis yang lain.

Tradisi pulang kampung saat tahun baru Imlek berpotensi memicu mobilitas manusia dalam jumlah besar. Beberapa kalangan menyebutnya migrasi tahunan terbesar di dunia.

Pemerintah China khawatir, satu saja kasus yang tidak terdeteksi akan memicu kasus 'super-spreader' atau penularan ke banyak orang dari satu sumber. Karenanya, pemerintah menyetujui penggunaan metode anal swab test untuk meningkatkan screening.

"Jika kita tambahkan anal swab test, ini bisa meningkatkan identifikasi pasien yang terinfeksi," kata Li Tongzeng dari You'an Hospital di Beijing, kepada China Central Television.

Anal swab test dilakukan dengan memasukkan stick sepanjang 3-5 cm dengan ujung kapas ke dalam dubur, lalu diputar beberapa kali untuk mendapatkan sampel. Hasil swab lalu dimasukkan dalam tempat khusus untuk diperiksa dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction).

Simak video 'China Gunakan Swab Test Lewat Anal untuk Deteksi Virus Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(up/up)
Topik Hangat Anal Swab COVID-19