Jumat, 05 Feb 2021 05:30 WIB

Kelainan Sperma yang Begini Bikin Pria Susah Punya Anak

Vidya Pindandhita - detikHealth
ilustrasi sperma Kelainan pada sperma juga memicu infertilitas (Foto: iStock)
Jakarta -

Bagi pasangan yang mendambakan anak, gangguan kesuburan atau infertil mungkin jadi masalah besar. Penyebab gangguan pun beragam mulai dari usia, kondisi fisik tertentu, hingga penyakit baik pada istri atau suami.

Gangguan kesuburan adalah kondisi pasangan gagal mendapatkan anak meski sudah melakukan hubungan seks secara rutin dan benar selama satu tahun tanpa alat kontrasepsi.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi Aida Riyanti meluruskan, usia adalah faktor utama kesuburan dan infertilitas wanita.

"Peluang kehamilan perempuan akan menjadi semakin kecil seiring pertambahan usia," ujar dr Aida dalam webinar infertilitas, Kamis (4/2/2021).

Menurut riset, kasus infertil paling sedikit dialami oleh wanita berusia 20 - 24 tahun. Pada usia itu pula, potensi hamil dalam rentang setahun setelah pernikahan lebih besar. Umumnya, potensi tidak subur akan membesar sejak seorang wanita menginjak usia 35 tahun.

dr Aida turut menambahkan, siklus haid adalah indikator penting dari tingkat kesuburan wanita. Pada beberapa kasus, wanita yang hanya mengalami menstruasi sekali dalam 2 - 3 bulan jelas membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut terkait kondisi kesuburannya.

Bukan hanya disebabkan kondisi wanita, gangguan kesuburan juga bisa dipicu oleh kondisi fisik dan kualitas sperma pria.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi Yassin Yanuar Mohammad turut menjelaskan, beberapa pasangan mengandalkan penanganan khusus untuk kondisi suami yang tidak subur.

Di antaranya, metode In Vitro Fertilization (IVF) atau yang biasa disebut "bayi tabung" kerap diandalkan oleh pasangan dengan suami yang mengalami masalah pada sperma.

Masalahnya pun beragam. Tanpa bantuan medis, kondisi sperma ini kesulitan, atau bahkan tidak mungkin bisa melakukan pembuahan.

"Kelainan sperma bisa berupa jumlahnya yang terlalu sedikit, kemampuan berenang sedikit, atau gangguan bentuk sperma yang pengaruhnya cukup besar. Kelainan sperma ini biasanya membutuhkan bantuan dalam melakukan pembuahan," terangnya.

Pada beberapa kondisi, gangguan kesuburan bisa disebabkan penyakit. Misalnya, pria yang mengidap diabetes akan mengalami kerusakan DNA. Akibatnya, kesuburan terganggu, upaya mempunyai anak pun tidak bisa dilakukan dengan cara normal.



Simak Video "Infeksi Corona Disebut Berpotensi Bikin Mandul"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)