Sabtu, 06 Feb 2021 22:40 WIB

BPOM RI Disebut Sudah Setujui Penggunaan Vaksin Sinovac pada Lansia

Tim detikHealth - detikHealth
Kemenkes mencatat 132.004 orang tenaga kesehatan di Indonesia sudah disuntik virus Corona. Angka itu adalah 22 persen dari total 598.483 Nakes yang akan divaksin. Vaksin COVID-19 (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dikabarkan memberikan izin penggunaan vaksin COVID-19 buatan Sinovac-BioTech, CoronaVac, pada lansia. Persetujuan tersebut tertuang dalam surat kepada Bio Farma.

Diberitakan Reuters, surat BPOM kepada Bio Farma menyebut 'emergency situation' sebagai salah satu pertimbangannya.

"Sesuai isi suratnya saja," kata Prof Wiku Adisasmito, juru bicara Satgas COVID-19 RI, saat dihubungi, Sabtu (6/2/2021).

Juru bicara vaksinasi COVID-19 dari BPOM, Lucia Rizka Andalusia, belum merespons ketika dimintai konfirmasi mengenai kabar ini.

Sementara itu, Pusat Informasi Obat Nasional (PIONAS) dalam dokumen Informasi Produk untuk Peserta Vaksinasi Menggunakan Vaksin CoronaVac untuk Pencegahan COVID-19 pada Dewasa Usia 18 Tahun atau Lebih, juga menyinggung aturan pakai pada lansia.

"Pada lansia usia 60 tahun atau lebih, vaksin ini akan disuntikkan ke dalam otot (intramuscular) sebanyak 0,5 mL dalam dua dosis dengan selang waktu 28 hari," demikian dikutip dari PIONAS.

Vaksinasi COVID-19 di Indonesia hingga Sabtu (6/2/2021) telah menjangkau 777.096 tenaga kesehatan, atau 49,66 persen dari target vaksinasi tahap pertama. Sebanyak 137.207 nakes sudah mendapatkan dosis kedua.



Simak Video "Pemerintah Minta Produsen Vaksin Covid-19 Penuhi Target Pengiriman"
[Gambas:Video 20detik]
(up/kna)