Selasa, 09 Feb 2021 06:20 WIB

Masih Muda Sering Vertigo? Ini Penjelasan Dokter Saraf

Vidya Pinandhita - detikHealth
Working woman has Headache Against gray background, Benign Paroxysmal Positional Vertigo: BPPV, Concept with Sickness and Healthcare. Ilustrasi vertigo (Foto: Getty Images/iStockphoto/Tharakorn)
Jakarta -

Rektor Universitas Paramadina Prof Firmanzah meninggal dunia di usia muda dan dikaitkan dengan riwayat vertigo. Benarkah vertigo mematikan? Bagaimana dengan vertigo yang kerap dikeluhkan orang berusia dewasa muda?

Dokter spesialis saraf dari RS Medistra Rimawati Tedjasukmana menjelaskan, terdapat 2 jenis vertigo. Pertama, vertigo sentral yang bisa jadi gejala stroke, disebabkan oleh masalah pada otak kecil dan batang otak.

Jenis vertigo inilah yang mematikan lantaran menandakan sumbatan atau pecah pembuluh darah.

Fakta-fakta Vertigo yang Tak Cuma Soal Kepala Berputar-putarFakta-fakta Vertigo yang Tak Cuma Soal Kepala Berputar-putar Foto: infografis detikHealth

Kedua, vertigo perifer disebabkan kelainan di saraf keseimbangan dan telinga bagian dalam. Jenis vertigo inilah yang bisa dialami anak muda, orang dewasa, dan lansia tanpa penyakit stroke.

"Vertigo perifer disebabkan kelainan di saraf keseimbangan dan telinga bagian dalam," terang dr Rimawati pada detikcom, Sabtu (6/2/2021).

Gejala pada kasus vertigo perifer berupa pusing, mual dan muntah hebat, dan gangguan pendengaran. Berbeda dengan jenis vertigo sentral sebagai gejala stroke yang terjadi mendadak tanpa perkiraan waktu, vertigo perifer bisa dipicu oleh perubahan posisi tubuh dan berlangsung dalam waktu singkat.

Dokter Rimawati menyebutkan, penyebab vertigo perifer beragam. Misalnya, Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) yang disebabkan oleh perubahan posisi kepala. Vertigo bisa timbul ketika posisi kepala berubah dari tegak menjadi menunduk secara tiba-tiba.

Penyebab lainnya, penyakit meniere yang disebabkan oleh gangguan pada telinga bagian dalam. Gejala lainnya berupa telinga berdenging dan kehilangan pendengaran dalam waktu tertentu.

Vertigo perifer juga bisa dipicu oleh kondisi lain seperti trauma kepala, infeksi pada telinga, atau faktor degeneratif alias pengurangan fungsi organ akibat penuaan pada lansia.

Dokter Rimawati turut menambahkan, vertigo perifer pada anak muda, dewasa dan lansia tidak disebabkan oleh makanan tertentu atau kelelahan.

"(Penyebab vertigo perifer) tidak dari makanan. Penanganannya berbeda-beda, tapi tidak mematikan," ujarnya.



Simak Video "Selama Ramadhan, Jam Operasional Pos Vaksinasi akan Dikurangi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
DRooftalk
×
Lebaran Dilarang Mudik
Lebaran Dilarang Mudik Selengkapnya