Rabu, 10 Feb 2021 11:30 WIB

Kriteria Rapid Antigen yang Dijadikan Alternatif RT-PCR oleh Kemenkes

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
104 Warga Jalani Rapid Test Swab Antigen

Warga mengikuti tes swab rapid tes antigen di Walikota Jakarta Timur, Jakarta, Rabu (16/12/2020). Sebanyak 104 warga menjalani rapid tes swab antigen. hw Rapid test antigen. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Seperti RT-PCR, kini rapid test antigen digunakan untuk pelacakan kontak terkonfirmasi positif COVID-19. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung dr Siti Nadia Tarmizi menegaskan penetapan tersebut dilakukan untuk memperkuat strategi tracing, menemukan kasus COVID-19 lebih banyak.

Namun, ada beberapa kriteria rapid test antigen yang digunakan untuk melakukan contact tracing. Adapun syaratnya adalah seperti berikut.

- Sudah memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan (bisa dicek dalam laman resmi infoalkes.kemkes.go.id)
- Setidaknya sudah memenuhi salah satu emergency use listing (EUL) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
- Sudah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA)
- Sudah mendapatkan izin dari FDA Eropa

"Kalau memiliki sensitivitas lebih dari 80 pesen atau spesifisitas lebih dari 97 persen, atau lembaga independen lainnya yang ditetapkan oleh Kemenkes, maka kriteria dari pemilihan produk yang antigen ini sudah dapat secara lansgung menentukan kasus kofnirmasi positif COVID-19," jelas dr Nadia, jika kriteria rapid test antigen tidak memenuhi poin sebelumnya.

Perlu dicatat, jika hasil rapid test antigen menunjukkan hasil negatif, dr Nadia menyebut perlunya pemeriksaan lebih lanjut, baik dengan rapid test antigen kembali ataupun PCR.

Bagi beberapa daerah yang sulit mengakses pemeriksaan RT PCR, bisa melanjutkan test dengan rapid test antigen. Namun, mereka yang tak kesulitan mengakes RT PCR, diwajibkan melakukan pemeriksaan lanjut dengan alat tersebut.

"Maka konfirmasi (rapid test antigen bila negatif) harus dilakukan dengan mengulang pemeriksaan antigen dalam kurun waktu kurang dari 24 jam," bebernya.



Simak Video "Melihat Proses Rapid Test Antigen yang Jadi Syarat Bepergian"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)