Rabu, 10 Feb 2021 17:12 WIB

Simak, Ini Penanganan Jika Positif COVID-19 Selama Masa PPKM Mikro

Vidya Pinandhita - detikHealth
Pemerintah memperpanjang PPKM selama 2 pekan. Kali ini diberi nama PPKM Mikro. Harapannya bisa mengerem aktivitas warga. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro berjalan per Selasa (8/2/2021). Selain membatasi mobilitas keluar-masuk wilayah kecil seperti kecamatan, desa, dan RT-RW, kebijakan ini berupaya memfasilitasi tindak lanjut untuk warga yang mengalami gejala COVID-19 dan membutuhkan bantuan.

Sama seperti kebijakan pembatasan yang sudah pernah ada sebelumnya seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serta PPKM tahap 1 dan 2, skala mikro ini ingin menegaskan pembatasan aktivitas masyarakat, namun secara lebih spesifik.

Artinya, pengawasan, pembinaan, dan penanganan pun bisa lebih terkonsentrasi untuk jangkauan wilayah yang lebih kecil.

Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Dr. Drs Safrizal ZA, M.Si menjelaskan, lewat PPKM Mikro ini, pemerintah ingin memperbesar peluang sembuh masyarakat dari COVID-19. Semakin kecil daerah jangkauan Satgas COVID-19, semakin dini penanganan untuk masyarakat dengan gejala COVID-19 bisa diberikan.

"Deteksi secara kecil-kecil dengan harapan orang terpantau sejak mild symptom, bahkan no symptom sehingga bisa terpantau sejak awal, bukan pas sudah sesak nafas," terangnya dalam talkshow PPKM Mikro: Langkah Bersama, Sayangi Indonesia, Rabu (10/2/2021).

Safrizal menambahkan, masyarakat yang selama ini masih banyak kurang paham perihal ke mana harus melapor dan meminta penanganan jika mengalami gejala COVID-19.

Lewat PPKM Mikro ia berharap, masyarakat bisa lebih terbantu untuk mendapatkan obat, serta diarahkan dan diawasi dalam melakukan isolasi mandiri.

Jika kondisi sudah darurat, petugas di tingkat RT diharapkan bisa membantu warga agar beroleh penanganan di puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Berikut langkah penanganan kasus COVID-19 dalam PPKM Mikro:

  1. Jika di rumah ada anggota keluarga yang terpapar namun belum ada gejala terlihat, segera lakukan isolasi mandiri.
  2. Kabari tetangga di lingkup RT agar bisa memberikan bantuan jika diperlukan, atau membantu pelaporan ke petugas.
  3. Jika indikasi gejala COVID-19 bertambah, lapor ke petugas di RT agar diberikan penanganan darurat.
  4. Jika diperlukan, petugas RT akan melaporkan ke tingkat desa.
  5. Jika diperlukan, petugas tingkat desa akan melaporkan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.


Simak Video "Ingin Bebas dari PPKM? Penuhi Syarat-syarat Berikut Ini!"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)