Rabu, 10 Feb 2021 17:35 WIB

Kemenkes Sebut Kasus Corona Akan Naik Tapi Beban Faskes Berkurang

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Para tenaga kesehatan dengan baju hazmat dan peralatan lengkap membawa pasien menggunakan mobil ambulans ke Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 (RSDP) Wisma Atlet, Jakarta, Sabtu (9/1/2021). Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Ari Saputra)
Jakarta -

Direktur pencegahan dan pengendalian penyakit Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi mengingatkan masyarakat untuk tidak kaget, jika kasus COVID-19 di Indonesia melonjak hingga beberapa bulan ke depan. Menurutnya, itu bisa terjadi karena pemerintah tengah menggenjot strategi tes, penelusuran, dan tindak lanjut dalam penanganan COVID-19.

dr Nadia mengatakan, pemerintah menargetkan tes dan penelusuran kontak dengan dengan rasio sebelumnya 1:10, ditingkatkan menjadi 1:30. Namun, ia menyebut bahwa meskipun lonjakan kasus naik, ini akan mengurangi beban tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan (faskes).

"Dengan adanya akselerasi seperti ini, beban faskes akan berkurang terutama yang menangani kasus berat yang membutuhkan perawatan ICU. Jadi, data kemungkinan positif akan naik, tapi di sisi lain beban penanganan akan menjadi lebih kurang," jelas dr Nadia dalam konferensi pers melalui kanal YouTube Kementerian Kesehatan, Rabu (10/2/2021).

dr Nadia menjelaskan, jika pemerintah berhasil meningkatkan pemeriksaan kontak erat, monitoring isolasi mandiri akan segera diaktifkan, ini bisa mengurangi orang-orang yang berpotensi mengalami gejala yang parah dan tidak perlu dirawat di rumah sakit.

Untuk merealisasikannya, dr Nadia mengatakan pihaknya akan menambah jumlah tenaga relawan untuk melakukan penelusuran yang akan membantu para nakes di lapangan. Selain itu, ia juga menyebutkan sudah menyiapkan sekitar 80 ribu tracer agar proses penelusuran berjalan optimal.

"Dengan rapid antigen, kasus positif kita akan cepat sekali untuk mengetahui dan memisahkan khususnya kasus positif di dalam masyarakat," katanya.



Simak Video "Kabar Baik! Tren Kasus Covid-19 Nasional Menurun"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)