Kamis, 11 Feb 2021 20:00 WIB

Riset WHO Mendukung, China Klaim Asal-usul Virus Corona dari Kepala Babi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
close up of a pigs face on a truck, behind bars Otoritas China menyebut virus Corona di Wuhan kemungkinan berasal dari kepala babi. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/pidjoe)
Jakarta -

Otoritas China mengatakan virus Corona yang ditemukan di Wuhan, China, kemungkinan berasal dari kepala babi beku yang diimpor. Negara tersebut langsung menangguhkan impor produk makanan beku, setelah bukti menunjukkan bahwa ada sampel virus Corona di dalamnya.

Otoritas kesehatan China pun juga sudah berkali-kali melaporkan temuan yang menunjukkan adanya virus Corona pada makanan beku, termasuk kepala babi dan makanan laut yang kemungkinan dijual di Pasar Huanan.

Soal makanan beku dan 'transmisi cold-chain' juga ini sempat dibahas oleh para ahli di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang melakukan investigasi asal-usul virus Corona.

"SARS-CoV-2 bisa tahan di kondisi yang ditemukan dalam makanan beku, kemasan, dan produk beku," kata pejabat Komisi Kesehatan Nasional Liang Wannian, yang dikutip dari Daily Star, Kamis (11/2/2021).

Jika teori tersebut benar, ini akan mendukung teori dari para ilmuwan China yang mengatakan bahwa virus Corona ini berasal dari luar Wuhan.

Ada beberapa temuan yang mendukung teori ini, salah satunya kasus di Beijing pada Juli 2020 lalu. Ditemukan kesamaan genetik antara virus yang menyebabkan infeksi dengan jejak virus yang ada pada salmon beku impor.

Pemerintah setempat pun memberikan klaim lain, termasuk temuan yang melibatkan kepala hewan yang diimpor dari Amerika Utara. Mereka menyebut dua pekerja di Kota pelabuhan Tianjin sudah terinfeksi lewat kepala hewan, tetapi otoritas kesehatan setempat tidak menjelaskan apakah kepala hewan itu juga positif terinfeksi COVID-19.

Namun, pakar penyakit menular di Pusat Medis Universitas Georgetown, AS, mengatakan teori ini membutuhkan studi lebih lanjut.

"Dari semua pasar seafood di China, Asia, dan seluruh dunia, kenapa produk itu menyebabkan wabah di Wuhan?," tanya Lucey.

Menanggapi itu, dokter penyakit menular di National University of Singapore Dale Fisher mengatakan teori ini cukup masuk akal. Ia meminta tim dari WHO untuk menelitinya kembali.

"Teori transmisi cold-chain benar-benar ini muncul bahwa ada wabah yang terjadi di pabrik pengolahan daging di negara lain," ujar Fisher

"Tapi, sangat tidak mungkin ada penyebaran penyakit yang meluas terjadi sebelum Wuhan," lanjutnya.



Simak Video "Spekulasi Tim WHO di Wuhan: Corona Dapat Ditemukan di Laboratorium"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)