Jumat, 12 Feb 2021 06:40 WIB

Kanker pada Anak Tak Selalu Genetik, Gaya Hidup Ortu Juga Bisa Jadi Pemicu

Vidya Pinandhita - detikHealth
kanker Ilustrasi kanker (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Meski tidak melakukan pola hidup yang berbahaya, anak-anak memiliki risiko kanker yang sama dengan orang dewasa. Bukan hanya dipengaruhi faktor genetik, kasus kanker pada anak rupanya bisa disebabkan gaya hidup keluarga yang tanpa disadari, memicu pertumbuhan kanker.

Dokter spesialis anak Agung Ngurah Ketut Putra Widnyana, Sp.A (K) menjelaskan, kanker pada anak ibarat miniatur orang dewasa. Sama-sama memerlukan penanganan tepat, namun dipicu oleh faktor berbeda.

Pada orang dewasa, besar kemungkinan kanker disebabkan pola hidup yang buruk seperti merokok atau sering minum minuman keras. Pada anak, kanker biasanya dipicu oleh faktor genetik atau keturunan keluarga.

Akan tetapi, kasus kanker pada anak sebenarnya tidak terlepas dari pola hidup dan lingkungan. Meski memang ada potensi genetik, lingkungan dan keluarga bisa menstimulasi pertumbuhan kanker.

"Genetik itu kan beda-beda. Genetik sejak lahir muncul, ini (kanker) tidak. Dia seperti membawa bibit, kemudian dia akan distimulasi oleh perilaku yang tidak baik seperti terpapar rokok, atau sering terpapar penyebab kanker pada anak lingkungan tidak sehat, infeksi, terkena virus, atau dia hidup di lingkungan pertanian yang sensitif dengan pestisida," terang dr Agung dalam talkshow "Waspada dan Kenali Kanker Anak Sejak Dini" oleh radio Kementerian Kesehatan, Kamis (11/2/2021).

Dr Agung menambahkan, kanker pada anak bisa dipicu oleh ibu yang merokok sejak anak masih dalam kandungan. Faktor-faktor seperti inilah yang memicu pertumbuhan kanker pada anak meski tidak terlihat memiliki pola makan atau kebiasaan berbahaya.

Pemicu kanker pada anak juga bisa berupa jajanan yang dikonsumsi tanpa pengawasan orang tua. Pasalnya, jajanan menarik bagi anak di luar rumah sering kali bersifat karsinogenik atau memicu kanker.

"Hindari makanan yang terlalu mencolok warnanya, lebih baik bawa makanan dari rumah. Semua kita yang kerjakan, kebersihan kita yang jaga," pungkas dr Agung.



Simak Video "Dokter Ungkap Bahayanya Anak dengan Kanker Bila Terinfeksi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)