Sabtu, 13 Feb 2021 13:35 WIB

Sebanyak Apa Sih Virus Corona di Seluruh Bumi Kalau Dikumpulkan?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Virus Corona terbaru atau Sars-Cov-2 yang menjadi penyebab COVID-19 memang berbahaya. Tapi tampilannya di bawah mikroskop bisa sangat bertolak belakang. Foto: NIAID
Jakarta -

Corona di dunia sudah melampaui 100 juta kasus, dengan total kematian melebihi 2 juta. Namun, jika semua virus Corona di seluruh bumi dikumpulkan, pakar menilai mereka dapat dengan mudah masuk ke dalam kaleng kecil soda.

Hal tersebut berdasarkan penelitian yang dilakukan pakar matematika dari Inggris. Ia ingin menunjukkan betapa besar efek partikel virus yang sebenarnya sangat kecil.

Perhitungan tersebut menggunakan angka kasus COVID-19 global di dunia, ditambah dengan perkiraan viral load atau jumlah virus.

Ahli matematika Bath University Kit Yates ini menemukan hampir dua triliun atau dua miliar partikel dari virus Corona SARS-CoV2 atau COVID-19, di dunia pada satu waktu.

Merinci langkah-langkah dalam perhitungannya di sebuah artikel yang diterbitkan di situs berita The Conversation, Yates mengatakan dia menggunakan diameter SARS-CoV-2, rata-rata sekitar 100 nanometer, atau seper-100 miliar meter dan kemudian menghitung volumenya.

"Bahkan, dengan ikut memperhitungkan spike protein, proyeksi virus Corona dan fakta bahwa partikel virus akan meninggalkan celah ketika ditumpuk bersama, totalnya masih kurang daripada satu kaleng cola 330 mililiter (11,16 ons)," katanya, dikutip daru Al Jazeera.

"Sungguh mengherankan untuk berpikir bahwa semua masalah, gangguan, kesulitan, dan hilangnya nyawa yang diakibatkan selama setahun terakhir bisa jadi hanya beberapa suapan dari minuman terburuk dalam sejarah," kata Yates dalam artikel tersebut.

Lebih dari 2,34 juta orang telah meninggal karena COVID-19 sejauh ini, dan ada hampir 107 juta kasus yang dikonfirmasi di seluruh dunia, menurut data yang dikumpulkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins.



Simak Video "Meski Kasus Melandai, Satgas Covid-19 Ingatkan Pandemi Belum Berakhir"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)