Selasa, 16 Feb 2021 13:15 WIB

Vaksin AstraZeneca Disetujui WHO, BPOM Masih Tunggu Data

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Vaksin COVID-19 AstraZeneca Menunjukkan Efektifitas hingga 90% Foto: DW (News)
Jakarta -

Baru-baru ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyetujui penggunaan darurat vaksin Corona Astrazeneca yang diproduksi oleh AstraZeneca-SKBio (Republik Korea) dan Serum Institute of India. Harga yang murah dan distribusi yang lebih mudah membuat vaksin ini dinantikan oleh banyak negara.

"Kami sekarang memiliki semua bagian untuk distribusi cepat vaksin. Tapi kami masih perlu meningkatkan produksi," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, direktur jenderal WHO, dalam jumpa pers, dikutip dari CNBC.

"Kami terus mengimbau para pengembang vaksin COVID-19 untuk menyerahkan berkas mereka ke WHO untuk ditinjau pada saat bersamaan mereka menyerahkannya ke regulator di negara-negara berpenghasilan tinggi," katanya.

Berdasarkan kajian WHO, vaksin Corona AstraZeneca aman digunakan dan memberikan lebih banyak manfaat dibandingkan risikonya. Selain itu, vaksin ini juga lebih murah dan mudah didistribusikan daripada vaksin Corona lainnya seperti Pfizer, yang sudah diberikan izin daruratnya lebih dulu oleh WHO.

Terkait emergency use listing (EUL) yang diberikan WHO untuk vaksin Corona Oxford-AstraZeneca, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny K Lukito mengatakan sudah menerima informasi tersebut.

Penny menjelaskan, saat ini BPOM sedang menunggu data-data dari WHO yang dibutuhkan untuk menerbitkan emergency use authorization (EUA).

"Kami sedang menunggu itu dalam waktu dekat tentunya. Jadi, kami memberikan janji kinerja sekitar 5-10 hari itu bisa diterbitkan EUA secepatnya saat kami menerima data-data dossier dari WHO," jelas Penny dalam konferensi pers virtual Selasa (16/2/2021).

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa memberikan EUA, sehingga segera produk vaksin AstraZeneca melalui distribusi multilateral ini bisa masuk ke Indonesia," lanjutnya.



Simak Video "Pemerintah Minta Produsen Vaksin Covid-19 Penuhi Target Pengiriman"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)