Kamis, 18 Feb 2021 14:31 WIB

Sebenarnya, Kapan Seseorang Harus Melakukan Tes COVID-19?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Seorang warga mengikuti rapid tes antigen di Tebet, Jakarta, Selasa (29/12/2020). Ilustrasi tes Corona (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Seiring vaksinasi COVID-19 yang kini telah memasuki tahap 2 mencakup target petugas layanan publik dan lansia, masyarakat masih terus diimbau untuk melakukan langkah-langkah pencegahan. Di antaranya, dengan melakukan tes Corona jika mengalami gejala atau telah berinteraksi dengan pasien COVID-19.

Dokter spesialis mikrobiologi klinis dari Intibios Lab, dr Enty, SpMK, menjelaskan bahwa pada dasarnya ada dua kondisi yang membuat seseorang perlu melakukan tes COVID-19.

Pertama, jika seseorang mengalami gejala. Kedua, jika seseorang sempat bertemu dengan orang yang dinyatakan positif COVID-19 dalam 2 pekan terakhir.

"Kalau yang bersangkutan menyadari adanya kontak dengan terduga atau pasien yang sudah dinyatakan positif COVID-19. Namanya tracing, tapi mandiri," ujarnya saat ditemui detikcom di Jakarta, Kamis (18/2/2021).

Untuk melakukan tes PCR (polymerase chain reaction), seseorang tidak harus menunggu hasil tracing oleh pemerintah atau fasilitas kesehatan. Jika ada orang terdekat yang dinyatakan terinfeksi, seseorang perlu melakukan tes, dalam kondisi bergejala atau pun tidak bergejala.

Selain secara mandiri, tracing bisa difasilitasi oleh kantor atau komunitas untuk membantu pemerintah melacak penyebaran dan laju COVID-19.

"Dengan siapa saja kontak dalam 2 minggu terakhir? Misal di kantor (ada yang positif), itu populasi seluruhnya bisa dilakukan pemeriksaan. Umumnya dari pemerintah, tapi tidak menutup kemungkinan ada tracing dari kantor dan organisasi," imbuhnya.



Simak Video "Korea Selatan Lakukan Tes COVID-19 pada Hewan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)