Kamis, 18 Feb 2021 17:10 WIB

Satgas COVID-19: Jumlah Kasus Turun karena Testing Rendah!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Bentuk aspirasi lawan Corona terus terbentuk di masa pandemi. Salah satunya lewat mural yang menghiasi Jalan Raya Cakung Cilincing, Jakarta Timur. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Pemerintah melaporkan penambahan kasus positif COVID-19 di Indonesia pada Kamis (18/2/2021). Per hari ini ada 9.039 kasus baru dengan Jawa Barat sebagai provinsi dengan angka kasus harian tertinggi sebanyak 4.420 pasien.

Jika dilihat dalam kurun sepekan, jumlah konfirmasi positif harian cenderung mengalami penurunan dan angkanya beberapa kali berada di bawah 10 ribu kasus. Juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan secara umum terdapat penurunan pada jumlah kasus positif harian.

"Penurunan kasus di minggu ini bahkan lebih besar dari minggu sebelumnya yaitu 25 persen. Penurunan ini adalah penurunan terdrastis yang pernah terjadi dalam kurun satu miunggu di masa pandemi," kata Prof Wiku dalam siaran pers BNPB, Kamis (18/2/2021).

Hanya saja, ada beberapa hal yang berkontribusi pada penurunan kasus harian salah satunya penurunan jumlah testing. Pada pekan ini terjadi penurunan jumlah testing yang sangat besar jika dibandingkan periode sebelumnya.

"Di minggu ini terjadi penurunan jumlah testing yang cukup drastis bahkan mematahkan rekor ketercapaian target WHO selama 5 minggu sejak minggu ke dua Januari," terang Prof Wiku.

Jumlah testing sangat mempengaruhi jumlah kasus positif baru yang dapat terjaring. Meski jumlah kasus harian mengalami penurunan, angka positivity rate di Indonesia malah cetak rekor.

Jumlah spesimen yang diperiksa hari ini ada 24.248 dari total 22.566 orang. Ini artinya tingkat kasus positif (positivity rate) dalam sehari mencapai sekitar 40 persen, padahal WHO menargetkan angka positivity rate hanya 5 persen.



Simak Video "Positivity Rate Covid-19 Indonesia Menurun, Yuk Tetap Lakukan 3M!"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)